Manusia Yang baik menurut Rosululloh

 

 


Kultum ke 12
Musholla al huda.
Manusia Yang baik menurut Rosululloh.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰـهِ وَبَرَكاتُهُ‎

Alhamdulillahirabbil ‘Alamin,Wassalatu wassalamu’ala asrofil anbiyai wal mursalin waala alihi washohbihi wasalim.
Allohuma sholi'ala sayidina muhammad wa'ala ali sayidina muhammad.

Robbi srohli sodri wayahsirli amri wahlul ukdatammilisani yafkohul kauli.

Bapak ibu jemaah musholla al huda yg saya hormati.

Alhamdulillah wasyukurilah kita masih dipertemukan dengan bulan yg penuh mahfiroh bulan yg lebih baik dari seribu bulan.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT
Yang mana pada hari ini kita semua masih bisa menghadiri ibadah sholat isak dan tarawih dimushola kita tercinta ini dalam rangka beribadah kepada Alloh swt.

solawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar
Muhammad.......solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya sahabatnya
Semoga pada hari  kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau
Aamiin
Ya Robbal Aalamiin.

Hadirin jama'ah sholat isak dan tarawih mushola al- huda yang dirahmati alloh.

Pada kesempatan kali ini saya akan belajar menyampaikan tentang
Manusia yang baik menurut Rosululloh.

Manusia mana yang tidak menginginkan menjadi baik? Apalagi jika bisa dikatakan menjadi sebaik-baik manusia. Masya Allah, ingin rasanya kita bisa menjadi sebaik-baik manusia bukan hanya di mata manusia, tapi lebih dari itu menjadi sebaik-baik manusia di mata Allah dan Nabi-Nya.

Seandainya label ‘Sebaik-baik Manusia’ itu bisa dibeli, maka tentu saja orang-orang berharta akan lebih dulu mendapatkan predikat ‘Sebaik-baik Manusia’ itu.
Tapi, bersyukurlah kita terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin. Karena rupanya, untuk mendapatkan titel ‘Sebaik-baik Manusia’ itu tak perlulah merogoh kocek yang banyak, tapi perlu perjuangan yang besar dan keimanan yang kuat.

Menurut Nabi Muhammad SAW, untuk bisa menjadi ‘Sebaik-baik Manusia’ maka bisa memperhatikan beberapa sabdanya berikut ini:

Pertama, ‘Sebaik-baik Manusia’ adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya. Hal ini seperti disebut dalam hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari no. 5027).

Dalam hadis ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan standar  bahwa sebaik-baik manusia adalah siapa saja dari umatnya yang mempelajari al-Quran lalu mengajarkannya kepada orang lain. Al-Quran adalah Kalamullah (Kitab Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup.

Kedua, ‘Sebaik-baik Manusia’ adalah orang yang baik akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Bukhari no. 6035).

Sebaik-baik manusia dalam hadis ini adalah tergantung akhlaknya kepada orang lain. Akhlak yang baik menjadi barometer untuk menjadi sebaik-baik manusia. Bahkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus ke bumi ini pun untuk menyempurnakan akhlak.

Ketiga, ‘Sebaik-baik Manusia’ adalah orang yang paling diharapkan kebaikannya dan orang lain pun merasa aman dari kejelekannya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari kejelekannya.” (HR. At-Tirmidziy no. 2263).

Ada orang ketika mendengar nama seseorang disebut sudah malas mendengarnya dan cenderung ingin menjauh darinya karena orang tersebut dikenal keburukannya. Tapi, sebaliknya, ada orang yang kedatangannya diharapkan banyak orang, dan orang yang dekat dengannya akan selalu merasa aman dan nyaman.
Tipe inilah yang disebut Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai sebaik-baik manusia.

Keempat, ‘Sebaik-baik Manusia’ adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. Hal ini seperti disabdakan oleh baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya.”
(HR. At-Tirmidziy no. 3895).

Dalam hadis ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan bahwa untuk menjadi sebaik-baik manusia, seorang muslim bisa melakukannya dengan berbuat yang terbaik kepada semua anggota keluarganya. Berbuat baik kepada keluarga menjadi indikator seseorang disebut sebagai sebaik-baik manusia, karena rupanya tak sedikit seorang suami atau ayah yang berbuat kasar kepada keluarganya.

Ini yg bisa saya sampaikan
Semoga kita termasuk orang yg baik menurut Alloh swt,menurut Rosululloh dan menurut orang lain.
Saya akhiri bilahi taufik wal hidayah

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar