MERDEKA DAN BELENGGU KEMUNAFIQAN
MERDEKA DAN BELENGGU KEMUNAFIQAN
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma'asyiral muslimin jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah, marilah kita bersama sama senantiasa meningkatkan Iman dan taqwa kita kepada Allah, meningkatkan kuwalitas ibadah kita kepada Allah dengan tulus ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dari manusia.
Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada Junjungan kita nabi besar Muhammad salallahu alaihiwas salam,semoga pada hari stafa'at nanti kita semua akan mendapatkannya Aamiin yarobbal Aalamiin.
Pada kesempatan hari Jum'at yang penuh berkah ini akan kita ketengahkan satu judul Khutbah yaitu:
MERDEKA DAN BELENGGU KEMUNAFIQAN
Jama'ah sholat Jum'at yang berbahagia, sering sekali kita mendengar kalimat
Merdeka..?
Namun masih banyak diantara kita ummat akhir zaman ini yang belum memahami sepenuhnya apa itu merdeka,
Padahal merdeka adalah : Bebas dari segala belenggu,
Baik belenggu penjajah, belenggu hawa nafsu, belenggu setan,dan belenggu, harga diri,pangkat,martabat, keturunan serta, sifat sifat yang tercela.
Masih banyak diantara manusia,jasmaninya merdeka, tetapi ruhaninya terbelenggu, jiwanya merdeka tapi jasmaninya terbelenggu, bahkan masih ada diantara manusia yang terbelenggu dengan sifat Munafiq, Bakhil,keangkuhan dan kesombongan.
Lihatlah , bagai mana kebaikan akan dikerjakan jika kebaikan itu bertentangan dengan belenggu belenggu pada dirinya, sebagai contoh
- Seorang yang ingin bersadaqoh tapi terbelenggu dengan kebakhilan akhirnya tidak jadi sadaqoh, karna dibelenggu sifat Bakhil.
- Seorang yang ingin minta ma'af karna pernah berbuat salah kepada saudaranya, tidak jadi karna terbelenggu dengan harga diri,martabat dan keangkuhan,padahal minta maaf karna bersalah itu sebuah kewajiban yang harus diselesaikan didunia.
- Seorang yang ingin berpuasa Romadhan tidak jadi karna terbelenggu dengan hawa nafsu yang diperturutkan.
- Seorang yang ingin menahan amarah yang begitu memuncak tidak sanggub,karna terbelenggu oleh setan dan hawa nafsu yang diperturutkan.
Jama'ah sholat Jum'at yang berbahagia, sesungguhnya, belenggu belenggu yang masih bercokol pada diri seseorang, takkan pernah terbuka,takkan pernah terbebas jika selalu dipertahankan,selalu diperturutkan, dan selalu didahulukan bahkan dianggab nomor satu.
Jama'ah sholat Jum'at yang berbahagia..
Sebagai mana kita ketahui bahwa setiap diri untuk dapat berbuat sesuatu kabaikan, dia harus sanggub melawan belenggu belenggu yang ada pada dirinya,
Sungguh seorang tidak bisa dikatakan Merdeka seutuhnya jika masih terbelenggu oleh sifat kemunafiqan, jasad dan lisannya berbuat sesuatu,tapi hatinya mendustainya. Inilah kepura pura'an.
Bayangkan janji janji yang di utarakannya sulit untuk dikerjakan karna terbelenggu oleh sifat kemunafiqan,
Jika bicara dia berdusta yaitu
Tidak sama antara ucapan dan perbuatan atau tidak sama antara ucapan dengan kenyataan.
Jika berjanji dia ingkari, karna terbelenggu oleh sifat Kemunafiqan.
Jika diberi Amanah, maka
Amanah amanah yang dibebankan hampir hampir semua dikhianati,
Inilah belenggu Kemunafiqan yang telah terpatri dinegri negri Khayalan, negri negri yang dikuasai oleh para penghayal tingkat tinggi,bahkan mulai dari jabatan yang paling bawah sampai yang paling tinggi.
Dikatakan dalam se buah hadits
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari)
Hadits ini sungguh merupakan
Potret potret
Manusia akhir zaman, potret potret kekuasaan dinegri negri yang penuh kedustaan, negri yang dihuni oleh manusia manusia akhir zaman, negri yang makmur tapi terbelenggu oleh kemunafiqan, negri yang kaya raya tetapi terbelenggu oleh rekayasa.
Allah berfirman dalam Al Qur'an
Surat Al-Baqarah Ayat 10
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Artinya
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Ketika satu negri sudah dikuasai oleh orang orang Munafiq, sementara orang orang beriman yang berada didalam negri tersebut hanya mampu diam dan pasrah,hanya mampu membenci dalam hati, maka tunggulah detik detik tenggelamnya, sekaya apapun negrinya sehebat apapun penguasanya, maka niscaya akan tenggelam.
Rosulullah salallahu alaihiwas salam telah bersabda
Dari An Nu’man bin Basyir rahiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
Artinya
“Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493).
Bangunlah dari mimpi indah ini, cegahlah mereka mereka yang ingin membocorkan perahu negri
Agar Negri yang
Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur
ini tidak tenggelam,
Demikianlah khutbah Jum'at untuk kali ini,semoga Kemerdekaan yang seutuhnya bisa kita nikmati bersama , Aamiin Allahhuma Aamiin.
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
KHUTBAH (2)
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَ أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ.
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Komentar
Posting Komentar