KHUTBAH JUM'AT PENYAKIT HATI

 

KHUTBAH JUM'AT
PENYAKIT HATI
إنَّ الْحنَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وََمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَاَ
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ
Sadaqallahul adzim
Jama'ah sidang Jum'at yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama sama
Meningkatkan
Kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah
Dengan
Segenap kemampuan yang Allah berikan kepada kita semua.
Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu
PENYAKIT HATI
Jama'ah sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
Sesungguhnya
didalam sebuah hadits
Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Hati adalah sumber perbuatan dan sumber perkataan
Hati ibarat tangki air
Jika isinya bersih maka air keran juga keluarnya bersih
Namun jika isinya air yg mengandung penyakit atau airnya kotor
Maka sudah barang tentu yang dikeluarkan oleh keran kerannya adalah air yang kotor dan mengandung penyakit.
Yang mulia jama'ah Jum'at rahima kumullah
Menurut satu pendapat ada beberapa penyakit hati yang perlu kita ketahui
Diantaranya adalah
Sombong
Memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih dari orang lain.
HR. Muslim
“Sombong ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia.”
QS. Al Mu’min :76
“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.”
Bahaya perilaku sombong
Tidak disukai orang lain
Dapat mematikan hati manusia
Tidak mensyukuri nikmat Allah SWT
Mendatangkan murka Allah SWT
Untuk itu sedikit cara bagai mana
menghindari sikap sombong
Membiasakan diri dengan perilaku terpuji. Jika urusan dunia lihatlah yang berada di bawah. Jika urusan akhirat lihatlah manusia yang tingkat keimanan kepada Allah SWT di atas kita.
Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT.
Memperbanyak sahabat sholeh / sholeha.
Jika mendengar atau melihat atau mengetahui salah satu Hukum Allah maka terimalah walau mungkin agag sulit melakukannya.
Hadirin jama'ah sholat Jum'at yang mulia.... Selanjutnya adalah
Ujub yaitu
Perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membangga kan diri sendiri.
Bahaya perilaku ujub
Terhapus amal baik yang telah dikerjakan dan bisa
Mendatangkan murka Allah SWT
Bisa
Menjerumus kan pada sikap takabur
Tidak disukai orang lain
Merugi diakhirat
Terpuruk saat hari kiamat.
Sedikit
Cara menghindari sifat ujub
Selalu mengingat akan hakikat diri
Selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah
Bermuhasabah
Berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari sifat ujub.
Berikutnya adalah
Hasad (Iri dan Dengki)
Sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang yang memperoleh keberuntungan, kenikmatan atau karunia dari Allah SWT.
Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda:
“Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan, ibarat api yang membakar kayu.” (HR. Abu Daud)
adapun bahaya perilaku hasad
Mendatangkan murka Allah SWT
Terhapusnya amalan kebaikan yang telah dilakukan
Hati gelisah dan tidak tentram
Menimbulkan permusuhan dan perselisihan
Untuk itu harus menghindari sikap hasad
Dengan bersyukur dengan nikmat yang Allah SWT berikan
Selalu berpikir positif
Menghindari permusuhan dan perselisihan yang dapat menimbulkan hasad kepada orang lain
Riya
Memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain
Untuk mendapati
Keduniaan
Pujian terkenal dll.
bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain
Sebagai mana yang disebutkan dalam
QS. An Nisa’ : 142
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya’ (dengan shalat itu) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka dzikir kepada Allah kecuali sedikit sekali.”
QS. Al-Baqarah : 264
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia.”
Bahaya perilaku riya’
Menghapus amal kebaikan yang dikerjakan
Menghilangkan keimanan
Membuat jiwa tidak tenang dan gelisah
Selalu merasa tidakpuas (kurang bersyukur)
Selalu ingin dipuji dan dihormati
Cara menghindari sikap riya’
Berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari sifat riya’
Sebisa mungkin menyembunyikan segala macam bentuk ibadah dan amalan
Paham dan mengerti bahwa sebaik-baiknya pujian adalah kebaikan di hadapan Allah SWT
Dan yang terakhir adalah
Bakhil (Kikir)
Sifat seseorang yang sangat tercela, tidak mau berbagi harta yang dimilikinya untuk ketentuan agama (zakat), ketentuan perikemanusiaan (sedekah, infak), termasuk diantaranya ilmu pengetahuan.
QS. Ali’Imran : 180
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Hadirin yang mulia
Sebagai kesimpulan
Sebelum terlambat marilah kita
Berusaha agar terhindar dari penyakit hati
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
KHUTBAH KE2
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَ أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ.
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Aqimussholah.

Komentar