Refleksi Pergantian Tahun.

 

Refleksi Pergantian Tahun.
Oleh : KH.Damanhuri.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَركَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَدَّدَ الْأَعْوَامَ عَمًا بَعْدَعَامٍ* أَشْهَدُ أنْ لَا إلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلَامُ * وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُالْاَنَامِ* اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَاْلعَجَمِ* وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّادَةِ الْكِرَمِ* أَمَّابَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَا اللّٰهِ الْخَالِقِ الْعَلاَّمِ* بِالطَّاعَاتِ وَالْعِبَادَاتِ وَتَرْكِ الْمَعَاصِي وَالْأَثَامِ* فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ* يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوْا اللّٰهَ إِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
*Hadirin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah.*
Marilah kita selalu berusaha meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Mudah-mudahan kita menjadi hamba Allah yang beruntung di dunia dan akhirat.
*Jamaah Jum’at Rahimakumullah,*
Islam tidak mengutamakan kehidupan akhirat di atas kehidupan dunia demikian pula sebaliknya. Dua kehidupan tersebut dikontraskan sebagai mana Al-Qur’an menggambarkan kehidupan dunia dengan istilah “tempat permainan” belaka.
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
_“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”_ (QS. al-Ankabut: 64)
Waktu terus berjalan, dan takkan berulang kembali. Manusia dituntut untuk memaksimalkan waktu sehingga tak menyesal di kehidupan kelak. Orang-orang yang menyesal di akhirat digambarkan oleh Al-Qur’an merengek-rengek minta kembali agar bisa memperbaiki perilakunya.
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ، لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
_“(Demikianlah keadaan orang-orang yang durhaka itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.”_
(QS Al-Mu’minun: 99-100)
*Jamaah Jum’at Rahimakumullah,*
Imam Al-Ghazali mengatakan, ketika seseorang disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya, sesungguhnya ia sedang menderita kerugian yang besar. Sebagaimana yang ia nyatakan dalam kitab Ayyuhal Walad:
عَلاَمَةُ اِعْرَاضِ اللّٰهِ تَعَالَى عَنِ الْعَبْدِ، اِشْتِغَالُهُ بِمَا لاَ يَعْنِيهِ، وَاَنﱠ امْرَأً ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مِنْ عُمْرِهِ في غَيرِ مَا خُلِقَ لَهُ مِنَ الْعِبَادَةِ، لَجَدِيرٌ اَنْ تَطُوْلَ عَلَيْهِ حَسْرَتُهُ
_"Pertanda bahwa Allah ta'ala sedang berpaling dari hamba adalah disibukkannya hamba tersebut dengan hal-hal yang tak berfaedah. Dan satu saat saja yang seseorang menghabiskannya tanpa ibadah, maka sudah pantas ia menerima kerugian yang tak berkesudahan.”_
Sisa sisa usia kita merupakan kesempatan untuk berbenah, memperbaiki yang belum sempurna, dari perilaku hidup kita di dunia. Tahun baru lebih tepat menjadi momen muhasabah (introspeksi) dan ishlah (perbaikan) untuk kebaikan masa yang di depan.
Fatwa Syaikh Ahmad ibn Atha'illah as-Sakandari dalam al-Hikam ini patut menjadi renungan:
رُبَّ عُمُرٍ اِتَّسَعَتْ آمادُهُ وَقَلَّتْ أَمْدَادُهُ، وَرُبَّ عُمُرٍ قَلِيْلَةٌ آمادُهُ كَثِيْرَةٌ أَمْدادُهُ.
_"Kadang umur berlangsung panjang namun manfaat kurang. Kadang pula umur berlangsung pendek namun manfaat melimpah."_
Semoga kita menjadi pribadi yang mampu menunaikan penghambaan, di sisa usia kita dengan sebijak- bijaknya, dan terhindar dari amal perbuatan dan perkataan yang sia-sia. Amiin.
_Wallahu a’lam bisshawâb._
باَرَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ* وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ * إِنَّهُ هُوَالتَّوَّابُ الرَّحِيْمُ* وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ *


Komentar