WARA' , AKHLAK DAN SURI TAULADAN ROSULULLAHI SALALLAHU ALALIHIWAS SALAM

 

WARA' , AKHLAK DAN SURI TAULADAN ROSULULLAHI SALALLAHU ALALIHIWAS SALAM
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama sama
Meningkatkan
Kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah
dengan
Segenap kemampuan yang Allah berikan kepada kita semua,dalam bentuk ketaqwa'an yang dikehendaki Allah
Solawat dan salam marillah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad shalallahu allaihi wassalam
Semoga pada hari yang ditentukan nanti kita semua diberikan syafaat oleh beliau.
Aamiin Allah humma Aamiin.
Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu
WARA' , AKHLAK DAN SURI TAULADAN RASULULLAH SALALLAHU ALALIHIWAS SALLAM
Jama'ah sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
Menurut satu pendapat
Wara’ yang sebenarnya adalah seperti yang digambarkan oleh Yunus bin ‘Ubaid rahimahullah: yaitu keluar dari semua yang syubhat dan muhasabah (introfeksi) terhadap diri sendiri di setiap kedipan mata.
Dengan kata lain tidak berani mendekati yang subhat atau yang samar samar karna takut terjerumus kepada yang haram.
Wara' juga berarti intro Peksi diri sebelum melakukan sesuatu, atau selalu menjaga dirinya dari hal hal yang menyebabkan kemurka'an Allah.
Jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah, selanjutnya adalah:
Akhlaq
Allah telah berfirman dalam Al Qur'an
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ
Artinya: Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Q S. Sad 46.
Inilah akhlak yang paling tinggi,setiap perkata'an dan perbuatannya selalu mengingatkan manusia kepada negri akhirat, jika kita bisa mengikuti jejak beliau dizaman sekarang ini, maka sudah tentu siapa saja yang melihat perbuatan kita dan mendengar ucapan kita, tentu mereka akan ingat akan negri akhirat, setiap perbuatannya merupakan contoh yang baik dan setiap perkataannya mengandung nasihat tentang kebaikan.
Jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah
Sesungguhnya jika kita benar benar mencintai Rasulullah shalallahu allaihiwas salam sudah barang tentu kita hanya menjadikan beliau sebagai suri teladan dalam setiap aktifitas kita sehari hari,
Allah aja wajalal berfirman
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya
Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
Telah
dikisahkan, pada suatu malam, para sahabat berbaris rapi di belakang Rasulullah salallahu alaihiwas salam hendak melaksanakan Salat Isya. Di antara mereka ada Umar Bin Khattab RA dan sahabat lainnya. Malam itu ada sesuatu yang tidak biasa, mereka mendengar suara gesekan tulang-tulang sendi, hingga terdengar suara-suara memilukan yaitu krek, krek, krek saat ruku' dan sujud yang bersumber dari arah imam, manusia agung Nabi Muhammad
salallahu alaihiwas salam
Selesai salat, para sahabat saling pandang dengan firasat yang sama, mereka mengira Nabi sedang sakit. Maka, selesai salat mereka bergerombol mengelilingi Nabi. Saat itu Sayidina Umar memberanikan diri bertanya pada Nabi salallahu alaihiwas salam "Wahai Rasulullah, apakah Anda sedang sakit?" "Tidak" jawab Nabi. Sayyidna Umar kembali bertanya: "Wahai Rasulullah apakah Anda sedang sakit?" "Tidak," jawab Nabi. Sayidina Umar melanjutkan pertanyaannya: "Tapi wahai Rasulullah, saat salat tadi kami mendengar ada bunyi sendi yang saling bergesekan dari tubuhmu." "Tidak, aku tidak sedang sakit," jawab Nabi meyakinkan para sahabat. Para sahabat tak henti-hentinya memastikan Nabi dalam keadaan sehat dengan bertanya keadaan beliau, namun jawaban yang keluar dari Nabi kita tetap sama, beliau menegaskan kalau beliau tidak sakit. Para sahabat tidak putus asa, mereka terus bertanya kepada Nabi Muhammad
salallahu alaihiwas salam
apakah beliau sedang sakit atau tidak, karena telinga mereka telah menjadi saksi atas suara gemeretak batu ketika Nabi menggerakkan badan saat salat. Mereka khawatir terjadi sesuatu pada diri Rasulullah, yang sangat sangat mereka cintai. Karena pertanyaan sahabat tidak berkesudahan, akhirnya dalam keadaan sangat terpaksa Nabi memperjelas jawabannya dengan membuka bajunya. Perlahan Nabi salallahu alaihiwas salam membuka kain yang menutupi perut indahnya. Dan betapa kagetnya para sahabat melihat ada batu-batu kecil seukuran kerikil dalam kain itu. Umar pun bertanya: "Wahai Rasulullah, untuk apakah Anda membalut perut dengan batu?" "Aku lapar, dan Aku tidak memiliki apa-apa untuk dimakan," kata Rasulullah menjawab. Dengan suara bergetar karena sedih Sayyidina Umar berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang kami? Jika Anda kelaparan, tidak mungkin kami tidak akan memberikan makanan paling lezat. Dengan merendahkan suaranya, Umar kembali berkata, "Wahai Rasulullah, kami semua ya Rasulullah, sahabatmu ini, hidup dalam kemakmuran". "Tidak wahai Umar," jawab Nabi
salallahu alaihiwas salam
Beliau melanjutkan penjelasannya: "Aku tahu bahwa kalian tidak hanya akan memberikan makanan lezat padaku, tapi juga harta bahkan nyawa kalian untukku sebagai bukti rasa cinta. Tapi Umar, bagaimanakah nantinya aku akan menghadap Allah Ta'ala dan bagaimana caraku menyembunyikan malu, jika sebagai pemimpin aku menjadi beban atas orang yang aku pimpin." "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak." demikian kata Rasulullah yang membuat sahabat tertegun tak sanggup berkata-kata lagi.
jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah,
Bergetar hati ini rasanya, takterbendung linangan air mata setelah mengetahui manusia yang paling agung,paling dimuliakan, paling dihormati rela mengganjal perutnya dengan batu untuk menahan lapar,beliau tidak mau membebankan kepada para sahabatnya,apa lagi kepada ummatnya, nah
Bagai mana dengan pemimpin kita hari ini, yang kita jadikan panutan dinegri ini, ..?
Subhanallah...!!!boleh jadi masih ada yang berani mengisi perutnya dengan yang haram, boleh jadi dengan yang subhat,lantas siapa yang kita jadikan suri teladan ....
Demikianlah khutbah Jum'at untuk kali ini,semoga kita semua di berikan Taufiq dan hidayyah agar bisa meneladani Rasulullah shalallahu allaihi salam walau tidak mampu untuk meneladani seluruhnya,tapi minimal mampu menjaga dari yang haram dan subhat.
Aamiin yarobbal Aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
KHUTBAH KE2
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ
رَبَّنَا ظلمناأَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ.
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Komentar