BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO

KH. Bahrul Ulum atau lebih terkenal dengan panggilan Gus Bahru adalah salah satu pengasuh Pon.Pes. Lirboyo Kediri. Beliau adalah putra dari Kyai Marzuqi Lirboyo, serta merupakan adik dari Kyai Idris Marzuqi.

Beliau adalah putra yang sangat di sayang oleh Kyai Marzuqi Lirboyo. Cak Bram mengisahkan:

"Setiap kali pengurus pondok Lirboyo mengambil photo simbah KH. Marzuqi Dahlan maka Beliau ghodhob dan klisenya hangus walaupun dipotret secara sembunyi-sembunyi. Dan ini menjadi keprihatinan para pengurus saat itu karena sama sekali tidak punya photo dari sang pengasuh.

Ketika KH. Abd. Aziz Manshur menjabat sekretaris pondok yang saat itu ketuanya KH. A. Idris Marzuqi, mencoba berikhtiyar dengan mengajari gus Bahrul Ulum putra mbah mbah Marzuqi yang saat itu berusia sekitar 10 tahunan cara mengoperasikan kamera, dan memintanya untuk memotret sang Bapak apalagi ada momen menjelang keberangkatan haji.

Alhasil, ketika yang memotret adalah putranya sendiri yang sedang lucu-lucunya ternyata Mbah Marzuqi tidak ghodhob dan kita jadi bisa mengenang wajah Beliau." ¹
.
Kisah lain diceritakan bahwa dulu, Kyai Marzuqi tak jarang sholat jamaah dzuhur 2 kali. Setelah jama'ah dzuhur, beliau sholat mu'adah mengulangi jamaah dzuhur lagi, dan memang secara fiqih hal semacam ini hukumnya sunah. Usut punya usut, ternyata penyebabnya adalah ketika jamaah dzuhur yang pertama, sang putra, Gus Bahru masih tidur, setelah jama'ah selesai, beliau baru bangun. Mengetahui hal ini beliaupun menangis, karena itu Kyai Marzuqi kembali mengerjakan jama'ah sholat dzuhur. ²

Memang, Gus Bahru sangat rajin sholat jamaah, beliau selalu berjamaah di belakang Kyai Marzuqi Lirboyo.

Gus Bahrul dikenal sangat dekat dengan para santri dan memiliki sikap egaliter. Bahkan dia kerap menolak ketika para santri memanggilnya dengan sebutan Kiai. Dengan alasan, dia mengganggap dirinya sebagai adik kiai. ³

Diantara kitab yang pernah beliau kaji adalah kitab Ihya' Ulumuddin. Dan yang sangat istimewa adalah beliau juga membaca kitab Sirojut Tholibin syarah Minhajul 'Abidin karya Seykh Ihsan Jampes, yang merupakan paman beliau sendiri. Masya Allah... Selain itu, beliau juga mengkaji kitab-kitab karya beliau sendiri.

Gus Bahrul meninggal dunia pada tanggal 4 Robiul Awal 1431H/18 Februari 2010 M ⁴ setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang menderanya. Gus Bahru sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri selama satu pekan. Beliau dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Lirboyo, disandingkan dengan sederet makam pendiri Lirboyo seperti KH Abdul Karim, KH Marzuki, KH Makhrus Ali, dan KH Maksum Djauhari. Gus Bahru meninggal pada usia 47 tahun dengan meninggalkan tiga putra dan dua putri dari Hj. Mahsulah Toha. ³

KARYA TULIS

Beliau memiliki beberapa karya tulis. Dimana ketika sudah selesai, beliau membacakannya kepada para santri. Sayangnya, penulis cuma mengetahui 1 kitab beliau, yaitu Ad-Du'a wal Adzkar wa Adabuhuma.

DAWUH BELIAU

Dawuh beliau yang masyhur adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Kyai Fadl Ahmad saat beliau sowan tahun 1986, untuk mohon pencerahan karna hati dilanda rasa bingung dan gak kerasan di pondok. Lalu beliau memberi nasehat:

"Kang... manuto dawuh kiyaimu lan gurumu, yen ora manut, opo siro iku luweh ngalim lan luwih ngerti di banding kiyai lan gurumu." ⁵

KUMPULAN NASEHAT BELIAU

1. "Ayo belajar ngaji."

2. "Ojo nglarakne marang kyai."

3. "Tidak seneng dunyo itu berat, padahal dunyo niku kados wadon engkang tuo banget, terus dipacak i emas, kalung....."

4. "Kalau ngaji seng mempeng, kalau tidak, akan mudah dibujuk."

5. "Jangan mudah terbujuk."

6. "Hatinya dimanapun jangan lupa Alloh."

7. "Do'a biar mandi dibacakan Asmaul Husna."

8. "Setelah maksiyat jangan diceritakan pada orang lain, ditaubati mawon."

9. "Kalau punya ilmu ditularne, walaupun sedikit. Masalah rizki diparingi gampang."

10. "Kita dzikir diniati ibadah, jangan niat yang aneh-aneh."

11. "Noto ati seng ngati-ngati."

12. "Nek dungo, jauk ilmu seng akeh." ⁶

IJAZAH BELIAU

1. Untuk Menagih Hutang dan Penglaris.

Membaca:

وَمَا رَمَيْتَ اِذْ رَمَيْتَ

Dibaca ba'da subuh 10 kali, ba'da ashar 10 kali.

2. Menjaga Diri dari Maksiyat.

Membaca surat Al-Ikhlas 11 kali. Dibaca sebelum jam 12 siang. Niatnya agar dijaga dari melakukan dosa. Faidahnya:
- Digoda apapun tetap kuat.
- Kalau melakukan maksiat mudah taubat.

3. Penawar Racun.

Mbah Kyai Soleh Banjar Mlati pernah akan diracun, terus airnya dibacakan:

بِسْمِ اللّٰهِ  الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ.

Lalu ditiupkan ke air, akhirnya hilang racunnya. ⁶

WAlloohu a'lam bissowab.

#Santi_Lirboyo
_____________________
Rujukan:
¹ Facebook: Pustaka M2HM Ensiklopedia Islam Aswaja.
² Kisah dari Kyai Soleh Abdul Jalil Bandar Kidul.
³ nu online.
⁴ Kalender Pon.Pes. Lirboyo.
⁵ Facebook dari Kyai Fadl Ahmad.
⁶ Dari catatan di kitab Gus Soleh Tuban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat