Kehidupaun ini adalah Ujian

 

Kehidupan didunia itu ujian.
الحمدُ لله الّذِى خَلَقَ المَوْتَ والحَياةَ لِيَبْلُوَ النّاسَ أيُّهُمْ أحْسَنُ عَمَلاً
أشْهدُ أنْ لا إله إلّا اللهُ وحْدهُ لا شَريكَ له وأشهَدُ أنّ سيِّدَنا مُحمّدًا عبْدُه ورَسُلُه تَبَتَّلَ إلَيْهِ تَبْتِيْلاً اللهُمّ صَلِّ وسَلِّمْ وبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحمّدٍ وعلَى ألِه وصَحْبِه الّذِيْنَ صَبَرُوْا صَبْرًا جَمِيْلاً
أمّا بعدُ : فَيا أيُّها النّاسُ أُوصِيْكُم ونَفْسي بتَقوى الله حَقَّ تُقَاتِه ولاَ تَمُوْتُنَّ إلاّ وأنتُم مُسْلِمُون واعْلَمُوْا أنّ اللهَ تعالى يَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً إنَّ فِى ذَلِكَ لَأيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ أُولَئِك على هُدًى مِنْ رَبِّهِم وأُلئِكَ هُمُ المُفلِحُوْن.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan baik dan hari yang baik, serta dalam keadaan baik. Di manapun kita berada dan dalam keadaan apapun saja, marilah kita bersama-sama meningkatkan takwa kita kepada Allah swt, dengan melaksanakan semua perintah-perintahnya dan menjauhi segala larangan-larangannya, karena dengan takwalah seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sebagaimana janjinya Allah swt dalam surat Yunus ayat 63-64:
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَا نُوْا يَتَّقُوْنَ
Orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.
لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰ خِرَةِ .
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Hidup ini tidak lepas dari ujian dan cobaan,semakin tinggi jabatannya semakin berat ujian dan cobaan.
Rasulullah saw bersabda :
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌ زِيدَ فِي الْبَلَاءِ"
Manusia yang paling berat cobaannya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang yang terkemuka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya; jika agamanya kuat, maka ujiannya diperberat pula.(HR. Tirmidzi)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :
1- Hadist tersebut menjelaskan bahwa suatu hal yang pasti terjadi dimana Alloh SWT akan menguji hamba-hambanya yang beriman.
Besarnya ujian yang diberikan sesuai dengan kadar keimanan mereka.
2- Seorang mukmin makin bertambah imannya, makin besar ujian yang menimpanya. Demikian pula sebaliknya. Jadi hadits-hadits itu dengan sendirinya membantah orang-orang yang mengira bahwa manakala seorang mukmin ditimpa cobaan; seperti dipenjara, diasingkan atau dipecat dari jabatannya dan lain sebagainya, adalah pertanda bahwa ia tidak diridhai oleh Allah. Dugaan semacam itu salah sama sekali. Sedangkan Rasulullah sendiri, adalah orang yang paling mulia, namun sekaligus dia sebagai orang yang paling dashyat cobaannya, bila dibandingkan dengan para nabi lainnya.
Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :
1- Allah pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan kadar iman masing-masing.
Barang siapa yang ketika fitnah syubhat (kesamaran) datang, imannya tetap kokoh dan dapat menolak dengan kebenaran yang dipegangnya. Dan ketika fitnah syahwat datang yang mengajaknya berbuat dosa dan maksiat atau memalingkan dari perintah Allah dan Rasul-Nya, ia bersabar dalam arti mengerjakan konsekwensi iman dan melawan hawa nafsunya, hal ini menunjukkan kebenaran imannya. Akan tetapi barang siapa yang ketika syubhat datang, ada pengaruh dalam hatinya berupa keraguan dan kebimbangan dan ketika syahwat datang, membuatnya mengerjakan maksiat atau berpaling dari kewajiban, maka yang demikian menunjukkan tidak benar keimanannya.
الم , أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون,َ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
(Al-'Ankabut, ayat 1-3)
2- Alloh SWT memerintahkan kita untuk menerima segala bentuk ujian dengan bersabar, sebagaimana melarang kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya.
وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ
Orang-orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang shaleh, kemudian orang-orang terbaik dan orang-orang yang paling baik. Seseorang akan diuji menurut agamanya, maka kesusahannya akan bertambah rahmat Alloh selain kaum yang kafir”. (QS. Yusuf [12]: 87)
3- Alloh SWT juga telah menegaskan bahwa setiap kesulitan pasti akan diiringi oleh kemudahan, sebagaimana dalam firman-Nya:
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
( QS. al-Insyiroh 6 )
4- Sabar dan bijak dalam menghadapi cobaan dari Allah tidak mudah untuk dilakukan. Ikhlas menerima ketentuannya, akan memberikan kekuatan jiwa dan pahala.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).
( QS. Az Zumar 10 ).
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر

Komentar