Ketenangan Hati
Ketenangan Hati
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ.
أمَا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ،
هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَا دُوْۤا اِيْمَا نًا مَّعَ اِيْمَا نِهِمْ ۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
Hadirin jamaah jumat yg berbahagia
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin, sehingga dengan ketenangan itu bertambahlah keimanan yang telah ada.
Untuk itu marilah kita tingkatkan takwa kita dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan dari Allah swt.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya dan sahabatnya
Semoga pada hari kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau
Aamiin
Ya Robbal Aalamiin.
Hadirin jamaah jumat yg berbahagia
Umat Islam memiliki sandaran yang absolut. Sebagaimana sinar yang memiliki kecepatan tak tertandingi, Al-Qur’an dan Sunnah menerangi umat islam ke setiap penjuru alam tanpa batasan zaman. Siapa saja yang berpegang pada keduanya tidak akan lapuk dimakan waktu dan usang digilas zaman.
Ketika Nabi dan para sahabat keluar rumah disaat itu, Abu Jumu’ah bertanya kepada Nabi Muhammad saw :
…يَا رَسُولَ اللَّهِ،
Wahai Rasulullah
هَلْ أَحَدٌ خَيْرٌ مِنَّا؟
apakah ada seseorang yang lebih baik dari kami
أَسْلَمْنَا مَعَكَ وَجَاهَدْنَا مَعَكَ، قَالَ:
kami masuk islam dan berjihad bersama anda?” beliau bersabda
«نَعَمْ، قَوْمٌ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ
ya, yaitu suatu kaum yang ada setelah kalian,
يُؤْمِنُونَ بِي وَلَمْ يَرَوْنِي
mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku.
HR. Ahmad. 16362
Semoga termasuk diri kita yg telah lama berlalu sejak wafatnya baginda Rasulullah, selama itu pula Al-Qur’an dan Sunnah telah menjadi panduan bagi umat manusia.
Zaman terus berubah, ilmu berkembang pesat hanya dalam bilangan tahun, namun ajaran Islam tetap dalam kesempurnaan, walaupun tak pernah dilakukan perubahan terhadap sumber ajarannya. Islam adalah jawaban atas segala topik kehidupan bagi umat terdahulu, kini, hingga akhir masa nanti.
Umat Islam berpegang teguh kepada al-Qur’an dan hadis karena kebenaran yang terkandung di dalamnya, bukan sekedar ikut-ikut saja. Karena itulah muslimin tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam tanpa ada keraguan, walau Rasulullah sang pembawa pesan itu telah lama meninggal dunia.
Hadirin jamaah jumat yang berbahagia.
Rasulullah Muhammad saw menutup usia di umurnya yang ke 63, awal tahun ke 11 hijriah. Walau demikian, perkataan beliau benar adanya hingga hari ini.
Nabi Muhammad saw bersabda :
…تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; kitabullah dan sunnah nabi-Nya.” HR. Malik 1395
Orang yang melakukan perjalanan akan membutuhkan panduan, yang dengan panduan itu ia dapat mengetahui jauhnya perjalanan dan apa saja yang harus dipersiapkan. Saat ia tahu harus mendaki gunung, maka ia akan menyiapkan perbekalan yang cukup juga pakaian yang hangat. Dengan panduan itu, ia merasa tenang meski harus melewati perjalanan jauh ke tempat yang tak pernah ia datangi sebelumnya.
Sebaliknya, jika ternyata panduan itu keliru, bukan ketenangan yang didapat, akan tetapi kegelisahan dan katakutan. Karena ternyata, apa yang ia persiapkan tidak sesuai dengan keadaan yang sedang ia hadapi.
Adapun sebaik-baik bekal adalah taqwa. “ … Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa … “ Al-Baqarah : 197.
Seorang mukmin meyakini bahwa setiap perbuatannya akan mendapatkan balasan, apakah itu amal baik, ataukah amal buruk. Sehingga seorang mukmin tidak akan risau apabila setiap amal baik yang ia lakukan tidak mendapatkan pujian dan balasan dari manusia. Sebab Allah maha melihat, akan membalas segalanya, dan itu cukup baginya.
Sikap senantiasa merasa diawasi oleh Allah itulah yang juga menyelamatkannya dari melakukan keburukan disaat ia sendiri, disaat tidak ada orang yang melihat,sehingga seorang mukmin akan selalu berprasangka baik pada Allah Rabbul ‘alamin.
Pengetahuan seperti ini hanya dimiliki oleh orang beriman, sehingga orang yang tidak beriman tidak akan akan bisa memliki sikap serupa.
Dari Shuhaib berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Perkara orang mukmin mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mukmin, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” HR Muslim 2.999.
Tidak ada kebahagiaan yang didapat selain dekat dengan sang pemilik. Yakni ketenangan karena hati yang senantiasa terpaut dan terhubung pada sang khaliq.
yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Hadirin sidang jum’at rahimakumullah.
Oleh karena itu, marilah kita bersyukur atas nikmat Allah berupa ketentraman yang diberikan pada setiap hati orang beriman.
Allah swt berfirman didalam
QS. Al-Fath ayat 4 :
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin
لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْ ۗ
untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada).
وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ
Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi
وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah Kedua
اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ وَعَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ،
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Di akhir khutbah ini mari sejenak memohon kepada-Nya sambil menengadahkan tangan, berharap maraih ketenagan dan kedamaian hidup, serta dijauhkan dari kegelisahan, kegalauan, juga ketakutan.
اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ،
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Engkau akan keselamatan Agama
وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِ
dan sehat badan,
وَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ
dan tambahnya ilmu pengetahuan
وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ
dan keberkahan dalam rizki
وَتَوْبَةًقَبْلَ الْمَوْتِ
dan diampuni sebelum mati
وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ
dan mendapatkan rahmat waktu mati
وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ
dan mendapat pengampunan sesudah mati.”
،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ،
Ya Allah, mudahkanlah bagi kami waktu(sekarat) menghadapi mati
وَنَجَاةًمِنَ النَّارِ
dan selamatkanlah kami dari siksa neraka
وَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ
dan pengampunan waktu hisab
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Aqimusholla
semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar