Kultum Taubat sebelum terlambat .

 


 Kultum Taubat sebelum terlambat .

السلام عليكم ورحمة اللـه وبركاته‎

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا،
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Robbi srohli sodri wayahsirli amri wahlul ukdatammilisani yafkohul kauli.

Bapak ibu jemaah musholla al huda yg saya hormati.

Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah swt
Yang mana pada hari ini kita semua masih bisa menghadiri ibadah sholat isak dan tarawih dimushola kita tercinta ini dalam rangka beribadah kepada Alloh swt.

solawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar
Muhammad.......solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya sahabatnya
Semoga pada hari  kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau
Aamiin ya Robbal Aalamiin.

Hadirin jama'ah sholat isak dan tarawih mushola al- huda yang dirahmati alloh.
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan kultum dengan judul :
Taubat sebelum terlambat.

Di dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bersih dari dosa, kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Siapapun apakah dia seorang ustadz,
pejabat,atau rakyat.
Semuanya pasti pernah melakukan perbuatan dosa. Inilah yang dapat kita pahami dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ...

Artinya: “Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan…”
(H.R. At-Tirmidzi)

Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang sesuai fitrah manusia memberikan solusi bagi orang-orang yang melakukan dosa, yaitu taubat. Tidak ada lagi perbuatan terbaik bagi pendosa kecuali bertaubat. Inilah yang dituntunkan junjungan kita Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:

... وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ

dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.
(H.R. At-Tirmidzi)

Bapak ibu jemaah musholla al huda yg saya hormati.

Taubat berasal dari kata  تَوْبا - يَتُوْبُ - تَابَ  -  تَوْبَةً  taaba – yatuubu – tauban - taubatan yang artinya adalah ruju’ atau kembali, yaitu “kembali dari perbuatan maksiat menuju perbuatan taat.”

Diibaratkan seseorang yang melakukan perjalanan kemudian tersesat, jika dia meneruskan perjalanannya maka dia akan semakin tersesat. Langkah terbaik yang harus dia lakukan adalah merubah arah kembali ke jalan semula dan melanjutkan perjalanan ke arah yang benar.

Seseorang bisa kembali lagi ke jalan yang benar atau bertaubat, setidaknya, jika memenuhi tiga syarat :

Pertama, mengetahui dan meyakini bahwa dirinya telah menempuh jalan yang salah atau tersesat, baik tahu dari dirinya sendiri atau diberitahu orang lain.

Kesadaran bahwa seseorang telah berbuat salah hendaknya mengucapkan istighfar. Sebagaimana Nabi Adam ‘alaihissalam dan isterinya ketika melanggar larangan Allah ta’ala.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: Adam dan Hawa berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”
(Q.S. Al A’raf : 23).

Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengajarkan untuk melantunkan doa:

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً , وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً ، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya:” Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya.”

Bapak ibu jemaah musholla al huda yg saya hormati.

Kedua, bersedia memutar arah, kembali meniti jalan yang benar.
Memang taubat akan selalu menemui halangan dan hambatan. Bisa jadi, cibiran dan cemoohan masyarakat yang menyertai perjalanan taubatnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, lingkungan baru yang ingin dia masuki, terkadang menunjukkan sikap penolakan. Semua itu harus dilalui bagi orang yang hendak sungguh-sungguh bertaubat.

Itulah yang dialami Nabi Adam ‘alaihissalam ketika berjalan menuju taubatnya; dibuang dari surga, berjalan tertatih-tatih di dunia dan terpisah dari isteri tercinta. Sampai akhirnya Allah-pun menerima taubatnya.

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

Allah berfirman kepada Adam dan Hawa: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (Q.S.Thaha: 123)

Bapak ibu jemaah musholla al huda yg saya hormati.

Ketiga, mengetahui jalan yang benar untuk melanjutkan perjalanan.
Iblis, bersama hawa nafsu, tidak akan pernah berhenti menggoda supaya kita kembali menjalani perbuatan dosa dan kesalahan.

Kapan taubat seorang hamba menjadi terlambat.....? Ketika berada dalam dua keadaan.

Pertama, taubat ditolak ketika seseorang sudah berada dalam keadaan sakaratul maut. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan”
(HR. At-Tirmidzi)

Kedua,ketika matahari terbit dari sebelah barat.

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ.

“Barangsiapa taubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya” (H.R. Muslim).

Yang terakhir semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, melimpahkan berkah dan ridha-Nya serta akan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.
Untuk itu, mari kita semua segera bertaubat, jangan sampai terlambat.

Sekian semoga bermanfaat ,mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan.
Saya akhiri bilahi taufik wal hidayah wassalamu 'alaikum warohmatulohi wabarokatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO