Merasa dirinya suci.
Merasa dirinya suci.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِمْ وَبَارك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أمَّا بَعْدُ، فَياَ عِباَدَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Hadirin jemaah jumat rokhimakumullo
Mari kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-laranga-Nya.
Shalawat dan salam
marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya dan sahabatnya
Semoga pada hari kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau
Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Hadirin jemaah jumat rokhimakumullo
Setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia, tidak pernah kehabisan cara untuk menjerumuskan manusia dalam keburukan. Diantara tipu daya tersebut ialah dengan membuat manusia merasa dirinya suci dan merasa aman dari dosa.
Larangan Menganggap Diri Suci ini sebagai mana Allah ta’ala berfirman didalam (QS. An Najm 32)
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Mengenai ayat ini, Syaikh Abdurrahman As-Si’di menerangkan bahwa terlarangnya orang-orang beriman untuk mengabarkan kepada orang-orang akan dirinya yang merasa suci dengan bentuk suka memuji-memuji dirinya sendiri.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :
لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ
Janganlah kalian merasa diri kalian suci, Allah lebih tahu akan orang-orang yang berbuat baik diantara kalian.
(HR. Muslim).
Rasulullahpun tidak menganggap dirinya suci.
Adakah keraguan pada diri kita, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling sempurna keimanannya? Sekali-kali tidak. Kita amat meyakini kesempurnaan iman beliau. Akan tetapi, kesempurnaan iman beliau tidak membuat beliau merasa dirinya suci dan bosan dalam beribadah. Meski telah dijamin surga, akan tetapi beliau tetap shalat malam hingga bengkak kakinya. Lalu bagaimana dengan kita..?! Masih layakkah menganggap diri kita suci..?!
Hadirin jemaah jumat rokhimakumullo
Mari kita simak sebuah kisah dari : Abu Yazid Al-Busthami, Beliau Adalah seorang Syekh Atau Pemimpin Kaum Sufi. Namun Siapa Sangka Beliau Pernah Mendapat Ilmu Yang Sangat Berharga Dari Seekor Anjing Di Tepi Jalan.
Seperti Biasa, Abu Yazid Al-Busthami Suka Berjalan Sendiri Di Malam hari. Lalu Dia Melihat Seekor Anjing Berjalan Terus Ke Arahnya, Anjing itu Dengan Bersahaja berjalan Dan Tidak Menghiraukan Sang Syeikh. Namun Ketika Sudah Hampir Dekat, Al-Busthami Mengangkat Jubahnya Kuwatir Tersentuh Sang Anjing Yang Katanya Najis itu.
Spontan Anjing itu Pun Berhenti dan Terus Memandangnya. Entah Bagaimana Abu Yazid Seperti Mendengar seakan Anjing Itu Berkata Padanya;
"Hai syekh... Tubuhku Kering Dan Tidak Akan Menyebabkan Najis Padamu. Kalau Pun Engkau itu Merasa Terkena Najis, Engkau Tinggal Basuh 7 Kali Dengan Air Dan Tanah, Maka Najis Itu Akan Hilang. Namun Jika Engkau Mengangkat Jubahmu Karena Menganggap Dirimu Yang Berbaju Dan Berbadan Manusia Itu Merasa Lebih Mulia, dan Menganggap Diriku Yang Berbadan Anjing ini Najis Dan Hina, Maka Najis Yang Menempel di Hatimu itu Tidak Akan bisa Bersih Walaupun Engkau Membasuhnya Dengan 7 Samudera Lautan".
Abu Yazid Tersentak Dan Minta Maaf pada Sang Anjing. Sebagai Tanda Permohonan Maafnya Yang Ikhlas, Dia Pun Lantas Mengajak sang anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama. Tapi si anjing itu menolaknya. Dan seraya berkata :
"Engkau tidak patut berjalan denganku, kerana mereka yang memuliakanmu akan mencemohmu dan melempari aku dengan batu. Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta atas wujudku yg seperti ini. Lihatlah..... !! aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulangpun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung Gandum", Lalu Anjing itu Pun Berjalan Meninggalkan Abu Yazid Yang Masih Terpinga-pinga.
Abu Yazid masih terdiam, dalam hatinya mengaduh : "Duhai Allah, Untuk Berjalan Dengan Seekor Anjing Ciptaan-MU Saja Aku Tidak Layak, Bagaimana Aku Merasa Layak Berjalan Bersama Dengan-MU.
Ampunilah Aku Dan Sucikan Hatiku Dari pada Najis yang ada dihatiku ini."
Sejak Peristiwa itu, Syeikh Abu Yazid Pun Senantiasa Memuliakan dan Mengasihi Semua Mahluk Tuhan Tanpa Syarat.
Karena telah menyadari bahwa menganggap dirinya suci itu salah.
Janganlah Menganggap Dirimu Lebih Suci Daripada Yang Lain, Sesungguhnya Tuhanmu Lebih Mengetahui Siapa Yang Paling Suci Di Antara Hamba-hamba-Nya.
Hadirin jemaah jumat rokhimakumullo
Dari kisah ini dapat kita ambil pelajaran bahwa merasa suci dari yang lain adalah tipu daya setan
untuk menjerumuskan manusia dalam keburukan.
Semoga Allah swt memberikan hidayah kepada kita sehingga tidak terjebak dalam lingkaran anggapan bahwa diri kita adalah orang yg lebih suci dari yang lain.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَ يَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
Khotbah ke 2
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّاللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِوَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِالْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ ٭
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Aqimussholah.
Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar