TOLERANSI BUKAN MENGIKUTI
TOLERANSI BUKAN MENGIKUTI
الْحَمْدُ لِلَّهِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma'syiral muslimin jama'ah sholat Jum'at yang berbahagia, marilah kita bersama sama meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dengan Istiqomah menambah wawasan tentang hukum larangan dan perintah agar pada sa'at nanti kita semua bisa selamat dari dosa dosa yang nyata ataupun yang samar samar.
Pada kesempatan kali ini kita akan mengangkat satu judul khutbah yaitu
TOLERANSI BUKAN MENGIKUTI
Toleransi adalah sikap sabar dalam menghadapi
Sudut pandang yang berbeda
Baik suku,agama, ras ataupun adat istiadat,
Toleransi juga berarti tidak mengganggu,memaksakan kehendak,mencaci,atau mencela, bahkan menghina satu pendapat atau satu Agama,atau satu adat istiadat orang lain yang berbeda dengan kita, toleransi juga tidak menyuap satu kaum atau meng iming iming dengan sesuatu agar mengikuti kemauan satu golongan yang dikehendaki baik suku,ras, agama atau adat istiadat satu daerah, atau satu kaum,
Toleransi adalah membiarkan satu kaum atau satu suku atau satu agama menjalankan tradisinya, atau agamanya atau kegiatan ritualnya, baik satu kaum atau suatu agama, suku dan ras.
Mas'asyiral muslimin Rahima kumullah, toleransi juga tidak memaksakan kehendak pribadi atau golongan agar golongan lain ikut serta dalam kegiatannya ,
Ingat...
Toleransi adalah membiarkan bukan mengikuti
Jadi kalau ada ritual salah satu agama lain maka kita
Dituntut agar membiarkan dengan kata lain tidak mengganggu, tidak menghina tidak mencaci maki tidak membujuk dengan iming iming agar ritual tsb dihentikan, atau agar mereka pindah agama kita.
Bukan juga malah kita yang ikut ikutan ritual tersebut karna keliru memahami makna toleransi itu sendiri.
Apa yang sudah menjadi bagian dari Agama kita lakukanlah dengan sungguh sungguh,dan apa apa yang sudah menjadi bagian dari agama orang lain,maka biarkanlah,
Allah aja wajjala berfirman
dalam Al Qur'an
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya:
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Asbabun Nuzul
Ibnu Katsir menjelaskan asbabun nuzul Surat Al Kafirun dalam tafsirnya. Bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah mengajak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyembah berhala-berhala mereka selama satu tahun, lalu mereka akan menyembah Allah selama satu tahun. Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini.
Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait asbabun nuzul Surat Al Kafirun ini. Bahwa Walid bin Mughirah, Ash bin Wail, Aswad bin Abdul Muthalib dan Umayyah bin Khalaf menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, marilah kami menyembah Tuhan yang kamu sembah dan kamu menyembah Tuhan yang kami sembah. Kita bersama-sama ikut serta dalam perkara ini. Jika ternyata agamamu lebih baik dari agama kami, kami telah ikut serta dan mengambil keuntungan kami dalam agamamu. Jika ternyata agama kami lebih baik dari agamamu, kamu telah ikut serta dan mengambil keuntunganmu dalam agama kami.”
Penawaran seperti itu adalah penawaran yang bodoh dan konyol. Maka Allah pun menurunkan Surat Al Kafirun sebagai jawaban tegas bahwa Rasulullah berlepas diri dari agama mereka.
Ma'asyiral Muslimin Rahima kumullah
Sesungguhnya
Menyembah itu bentuk beribadah atau ritual keaagama'an
Sementara beribadah itu banyak macamnya
Sebagai mana dalam agama kita.
Dalam agama lain pun ada macam macamnya
Dan kita belum tentu tau macam macam ibadah agama lain
Untuk perkara ini,jangan sampai kita sebagai ummat Islam, karna ketidak tauan kita
Lantas terjerumus ikut ikutan ritual agama lain,yang konon kita anggab sebagai Toleransi
Nau'dzubillahi mindzalik.
Ma'asyiral muslimin Rahima kumullah, toleransi juga dapat diartikan saling menghargai, saling menghormati, tidak membuat gangguan sekecil apapun terhadap golongan lain yang berbeda dengan kita.
Allah berfirman dalam Al Qur'an
وَلَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْۚ
Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu.
Q S Al Baqoroh 139
Demikianlah khutbah Jum'at kita kali ini,semoga apa apa yang telah kita dengarkan tadi bisa menjadi acuan kedepan,agar kita tidak latah ikut ikutan dalam ritual agama lain,agar kita tidak ambil bagian dari hari besar agama lain ,sungguh Islam adalah agama yang paling toleransi sebagai mana dikatan dalam sebuah riwayat
Rosullahi salallahu alaihiwas salam bersabda
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: ‘Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)’.” (HR Bukhari)
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
KHUTBAH KE2
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ
رَبَّنَا ظَلَمْنَ أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ.
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
Komentar
Posting Komentar