ADH' DUKHON
ADH' DUKHON
Mayunan panghujung akhir zaman :
Diajar shoum sab éta anu bakal janten katuangan urang (ummat islam) nalika mayunan ujian 40 dinten 40 wengina ti Allah.., waktos anu saumpama kasorang dina kaayananana téh nyaéta urang bakal mayunan Adh'Dukhon.
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa dukhon (kabut) yang nyata. yang meliputi manusia.
Inilah azab yang pedih”
(QS. Ad Dukhan ayat 10 – 11).
Al imam Al Qurthubi dalam Tafsir-nya menjelaskan tentang makna ad dukhon dalam ayat ini:
وفي الدخان أقوال ثلاثة :
الأول : أنه من أشراط الساعة لم يجيء بعد. وممن قال إن الدخان لم يأت بعد : علي وابن عباس وابن عمرو وأبو هريرة وزيد بن علي والحسن وابن أبي مليكة
القول الثاني : أن الدخان هو ما أصاب قريشا من الجوع بدعاء النبي صلى الله عليه وسلم . حتى كان الرجل يرى بين السماء والأرض دخانا .قاله ابن مسعود
القول الثالث : إنه يوم فتح مكة لما حجبت السماء الغبرة ; قاله عبد الرحمن الأعرج
“Makna adh dukhon ada 3 pendapat:
Pertama, ad dukhan adalah salah satu tanda hari kiamat yang belum terjadi. Diantara yang berpendapat demikian adalah Ali, Ibnu Abbas, Ibnu ‘Amr, Abu Hurairoh, Zaid bin Ali, Al Hasan dan Ibnu Abi Mulaikah.
Kedua, ad dukhon adalah khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mereka mengalami kelaparan ekstrim atas doa Nabi Shollallahu’alaihi Wasallam. Sehingga orang orang ketika itu seperti melihat dukhon (asap) di antara langit dan bumi.
Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud.
Ketiga, ad dukhon adalah debu yang mengepul di hari Fathu Makkah, sehingga menutupi langit.
Ini adalah pendapat Abdurrohman Al A’roj”
Tanda Akhir Zaman yang Belum Terjadi.
Tafsiran pertama adalah tafsiran yang lebih rajih, dirajihkan oleh al Imam Ibnu Katsir rohimahullah.
Ayat di atas menunjukkan akan adanya adh dukhon sebagai salah satu tanda hari kiamat.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Hudzaifah bin Usaid rodhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ السَّاعَةَ لا تَكُونُ حتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بالمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بالمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ في جَزِيرَةِ العَرَبِ وَالدُّخَانُ وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الأرْضِ، وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ، وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِن مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِن قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ
“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda:
bencana penenggelaman manusia ke tanah di negeri barat, negeri timur dan di jazirah Arab, terjadi ad dukhon, munculnya dajjal, munculnya dabbah, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, munculnya api yang keluar cekungan Aden yang mengusir manusia”
(HR. Muslim no.2901).
Bentuk dan Sifat Ad Dukhon
Ad dukhon bentuknya berupa asap yang jika mengenai orang Muslim maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir akan keluar cairan dari kuping mereka dan merasakan kesakitan yang luar biasa.
Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiallahu’anhu, Nabi Shollallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يَأْتي النَّاسَ يَومَ القِيَامَةِ دُخَانٌ، فَيَأْخُذُ بأَنْفَاسِهِمْ حتَّى يَأْخُذَهُمْ منه كَهَيْئَةِ الزُّكَامِ
“Akan datang dukhon (asap) kepada manusia di hari kiamat, yang memasuki pernapasan mereka, sehingga mereka akan merasakan seperti pilek”
(HR. Muslim no.2798).
Dari Abu Malik Al Asy’ari rodhiallahu’anhu, Nabi Shollallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ ربَّكم أنذرُكم ثلاثًا : الدُّخانُ يأخذُ المؤمِنُ كالزُّكْمَةِ ، ويأخذُ الكافرُ فينتفخُ حتَّى يخرُجَ من كلِّ مَسْمَعٍ منهُ ، والثَّانيةُ الدابَّةُ ، والثَّالثةُ الدَّجَّالُ
“Sesungguhnya Robb kalian memperingatkan kalian dari tiga hal: asap yang jika mengenai orang Muslim maka mereka merasakan seperti pilek, sedangkan jika mengenai orang kafir maka mereka akan sesak nafas dan keluar cairan dari kuping mereka, kemudian yang kedua munculnya dabbah dan yang ketiga munculnya dajjal”
(HR. Thobrani, dihasankan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, 7/235).
Dalam riwayat dari Anas bin Malik rodhiallahu’anhu:
فالخَلقُ مُلجَّمونَ في العرقِ ، فآمَّا المؤمنُ فهوَ عليهِ كالزَّكْمَةِ ، وأمَّا الكافرُ فيتغشَّاهُ الموتُ
“Manusia akan berkumpul di Irak. Adapun orang Mukmin, mereka akan merasakan seperti pilek. Sedangkan orang kafir mereka akan tertutupi kematian”
(HR. Ibnu Wazir dalam Al ‘Awashim wal Qowashim, dishohihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 3639).
Shobar dan sholat menjadi penolong kita (ummat Islam) seluruh penjuru dunia....
Komentar
Posting Komentar