Istighfar penebus dosa

 

Istighfar penebus dosa
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ،أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ, أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ. أمَّا بعدُ.
Jama’ah sholat jum’at rohimakumullah.
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kpd Allah swt dgn sebenar2 taqwa,menjalankan kewajiban2 ,menjauhi larangan2nya.Segala puji bagi Allah yg telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba2-Nya yg beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yg diikuti .
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
kita sering merasakan bulan berlalu begitu cepatnya. Baru kemarin rasanya iedul adha dan sekarang kita hampir memasuki awal bulan dzulhijjah. Apalagi pergantian Hari, satu hari terasa seperti beberapa jam saja. Fenomena seperti ini termasuk di antara tanda-tanda akhir zaman. Nabi SAW bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ
“Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu,banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dgn cepat, timbul berbagai macam fitnah,Al haraj (yaitu pembunuhan) dan harta akan melimpah pada kalian.”(HR:Al-Bukhari). pergerakan waktu yg tdk biasanya ini jga dikonfirmasi oleh Laboratorium Fisika Nasional Inggris yg memiliki pengukuran baru dan menunjukkan bahwa Bumi berputar lebih cepat dari sebelumnya,yg membuat hari2 menjadi semakin pendek.Data tersebut diperoleh ketika para ilmuwan mengukur tingkat perputaran Bumi dan membandingkannya dgn 50 tahun yg lalu.
Pada tanggal 29 Juni 2022,Bumi berotasi penuh dlm 1,59 milidetik kurang dari 24 jam, dan itu menjadikannya hari terpendek yg pernah tercatat. Beberapa ahli meyakini bahwa hal ini disebabkan oleh lebih sedikit berat pada kutub akibat mencairnya gletser/gunung es. Belum lagi umur umat islam yg terbilang pendek, dibanding dgn umur umat2 yg lainnya. Rasulullah saw bersabda:
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
“Umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit sekali orang yg bisa melampui angka tersebut” (HR. Ibnu Majah: 4236). Sehingga Kalau kita coba menghitung amalan manusia yg berumur 60 tahun ,kemudian kita kurangi 15 tahun (batas usia baligh) maka akan tersisa 45th,kalau kemudian kita kerja sehari Rata-rata 8 jam,maka 20 tahun umur kita habis untuk bekerja,sehingga tersisa 25th,kemudian dikurangi waktu tidur kita yg rata-rata 8 jam, berarti 20th habis hanya untuk tidur, sehingga tersisa 5 tahun ,itupun blm dikurang waktu makan kita yg apabila 1x makan kita membutuhkan waktu ½ jam dan kita makan 2x sehari maka 3 tahun waktu kita habis untuk makan saja. sehingga waktu kita tersisa 2 tahun.dan inilah waktu produktif kita untuk beribadah kpd Allah swt. ini artinya ibadah kita yg hanya 2 tahun ini dibelikan surga yg nilainya (kholidina fiha abada).dan ini adalah suatu pertukaran yg tdk seimbang,👉 inilah yg dikatakan Nabi bahwa manusia masuk surga bukan karena amalannya tetapi karena kasih sayang atau Rahmat dari Allah swt. Rosulullah saw bersabda:
لا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ
“Tidak seorang pun diantara kamu yg amalannya memasukkannya kedalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dgn rahmat dari Allah” (HR Muslim). Maka amalan manusia bukanlah menjadi syarat seseorang masuk surga,tetapi syarat masuk surga adalah “tdk memiliki dosa” atau (bersih dari dosa2), sehingga anak yg wafat sblm masa baligh dijamin masuk surga oleh Allah swt . Adapun Amalan manusia hanya berfungsi sbg pelebur dosa-dosanya semasa hidupnya ,dan jika masih tersisa dari pahala amalannya maka akan menjadi penentu derajatnya disurga. Nabi saw bersabda:
مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَة
Ujian/cobaan akan terus menimpa laki-laki dan perempuan yg beriman pada dirinya, anak-anaknya dan hartanya (sbg penebus dosa) sampai ia bertemu Allah dgn tidak membawa dosa padanya.” (HR. At-Turmudzi no. 2323).
dlm hadits lain beliau jga bersabda:"Jika tlh menumpuk dosa seorang hamba namun dia tdk punya amal kebaikan untuk menghapusnya ,niscaya Allah akan berikan ujian kpdnya dgn kesedihan untuk menghapusnya,"(Ibn Abid Dunya,130).
Dengan demikian seseorang yg ditimpa musibah karena dosa2nya adalah orang yg dicintai oleh Allah swt. Nabi saw bersabda:
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan azab baginya di dunia, dan jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya. Dia mengakhirkan balasan atas dosanya, hingga ditunaikan pada hari kiamat.”[HR.Tirmidzi no. 2396).
Jama’ah sholat jum’at rohimakumullah,
Walau demikian tentu kita tdk menghendaki tertimpa musibah didunia ini karena dosa2 kita,karenanya kita harus berusaha meminimalisir kemaksiatan atau setidaknya kita berusaha mengiringi keburukan dg kebaikan dgn memperbanyak istighfar kpd Allah swt.
Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan “Tinggalkanlah dosa, beristighfarlah pada Allah atas dosa yg kalian perbuat. Sungguh Allah itu Maha Pengampun. Dosa yg begitu banyak akan dimaafkan oleh Allah swt. Maka hendaklah mereka segera memohon ampun kepada Allah untuk meraih pahala dan hilangnya musibah( tdk jadi tertimpa musibah karena istighfarnya).” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 889).
Jama’ah sholat jum’at rohimakumullah,
dgn rincian diatas artinya kita hanya bermodalkan pahala amal sholeh yg sedikit (yaitu hanya selama 2 th saja), itupun belum dikurangi untuk penebusan atas dosa2 kita didunia, (sehingga hanya menyisakan kebaikan yg sedikit untuk bekal perjalanan akhirat kita). untuk itu hadirkanlah niat yg tulus karena Allah dalam setiap aktifitas kita sehingga akan bernilai ibadah disisi Allah swt.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهِ الْعَظِيْمِ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتٍ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.
الخطبة الثانية
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ. وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا..
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ, رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا, رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةًوَقِنَا عَذَابَ النَّار. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ. وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO