Manyongsong Hari Santri

 

KHUTBAH JUM'AT
20 Oktober 2023 .
Manyongsong Hari Santri
Ole : KH.Damanhuri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ اْلَخلْقَ وَقَدَّرَ اْلأَشْيآءَ، وَأَكْرَمَ هَذِهِ اْلبِلَادَ إِنْدُوْنِيْسِيَا بِوُجُوْدِ نَهْضَةِ اْلعُلَمآءِ, فَامْتَدَّتْ رَايَةُ اْلَحمْرآءِ وَاْلبَيْضآءِ فيِ السَّمآءِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّابَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ الْكِرَامُ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ * فَقَدْفَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah senantiasa kita tingkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan menjalankan semua perintah dan kewajiban dan menjauhi dari segala yang dilarang oleh Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kaum santri hari ini tengah menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN).
Hari Santri ini merupakan momentum heroik, momentum bersejarah yang membuktikan betapa besar kecintaan kepada bangsa dan negara dan spirit nasionalisme kaum santri. Ini disemangati oleh firman Allah dalam surat Al Balad :
لَآ أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ. وَأَنتَ حِلٌّۢ بِهَٰذَا الْبَلَدِ
1. Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini (Mekah),
2. dan kamu (Muhammad) bertempat di negeri Mekah ini, (QS. Al Balad : 1-2)
Kaum santri tempo dulu dengan suka rela mengorbankan jiwa dan raga, penuh semangat dan sikap konfrontatif terhadap kaum penjajah dan mengusirnya dari bumi pertiwi untuk menggapai kemerdekaan karena kecintaannya pada tanah air. Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan dengan semboyan dan semangat santri :
"Isy kariman au mut syahidan" mempertahan kemerdekaan dan meneruskan cita cita perjuangan para pendahulu untuk mencapai kehidupan yang adil dan makmur. Santri di era kini harus mewarisi semangat juang dan spirit nasionalisme dan patriotisme para ulama pendahulunya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Para santri era kini wajib meneruskan tradisi keilmuan dan tanggungjawab sosial para Ulama pendahulunya yang mewariskan ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang aktif berjuang menegakkan panji kebesaran Islam di muka bumi sehingga kezaliman dan kegelapan hilang dan diganti dengan tegaknya Islam Ahlus Sunnah wal Jama'ah di Nusantara ini.
Nasionalisme dan cinta tanah air sebenarnya merupakan teladan Nabi Muhammad SAW, sehingga kita benar-benar mengikuti teladan beliau. Sebagaimana hadits dalam Shahih Bukhari yang diriwayatkan dari sahabat Anas ra :
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا
“Sesungguhnya Nabi saw jika pulang dari bepergian, lantas melihat tembok-tembok Madinah, maka beliau mempercepat laju hewan kendaraannya. Dan jika beliau di atas hewan kendaraan, maka beliau akan menggerak-gerakkan hewan tersebut karena kecintaannya pada
Madinah.” (HR. Al-Bukhari)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dari hadits ini menjadi sugesti kaum santri dalam mencintai tanah air, karena teladan Nabi dimana pun beliau hidup, selalu cinta pada negeri tanah air beliau, apakah saat di Makkah ataupun di Madinah.
Semoga Allah membersamai kita dengan rahmat dan taufiqNya, sehingga kita mencintai Tanah Air meneladani Nabi, Santri tetap jaya meneruskan semangat juang para ulama pendahulu di bumi Nusantara untuk mencapai ridla Allah Ta’ala.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO