Sedekah Air di Musim Kemarau
Sedekah Air di Musim Kemarau
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ،
أمَّا بَعْدُ، فَياَ عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ.
وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ وَمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنْ رِّزْقٍ فَاَ حْيَا بِهِ الْاَ رْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَ تَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ اٰيٰتٌ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Puji syukur kepada Allah swt yang telah memberi kita berbagai macam kenikmatan,sehingga pada siang hari yang berbahagia ini, kita masih dikaruniai kesempatan untuk melaksanakan salah satu kewajiban yaitu sholat jumat berjamaah.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua yang menantikan syafaatnya diyaumil kiyamah.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah.
Kami wasiatkan kepada diri kami, juga kepada jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wajalla. Sebab, hanya dengan takwa kita mendapatkan jaminan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ
“Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Tahun ini, musim kemarau berlangsung lebih lama dari tahun sebelumnya. Terik matahari menyengat begitu panasnya. Udara menjadi kering, berdebu dan sangat mengganggu.
Tanaman di persawahan mengering. Petani urung bercocok tanam.
Sumur-sumur pun mengering. Sumber air berhenti mengalir.
Artinya, satu di antara sekian banyak nikmat telah dikurangi atau belum dicabut oleh Allah swt.
Nikmat itu berupa air.
Dalam kondisi seperti ini, hujan merupakan karunia dan rahmat Allah yang tidak tergantikan.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Allah ‘azza wajalla berfiman,
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
“… dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air maka mengapa mereka tidak beriman?
(QS. Al-Anbiya 30)
Dalam ayat lain Allah swt berfirman :
اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ. ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ. لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ
Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
(QS. Al-Waqi’ah 68-69)
Melalui nikmat air, Allah ‘azza wajalla menuntun hamba-Nya untuk bersyukur. Dan bentuk syukur terbaik kita atas nikmat air ini adalah dengan menyedekahkannya.
Menyedekahkan kepada siapa? Kepada saudara-saudara kita yang sangat membutuhkannya. Kepada saudara kita yang daerahnya kekeringan sehingga mereka kesulitan mendapatkan air.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah.
Sedekah air di musim kemarau atau bagi mereka yang kehausan memiliki keutamaan yang luar biasa.
Pertama, sedekah air termasuk sedekah yang utama.
Ketika ibunda Saad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu wafat, beliau ingin sekali bersedekah atas nama ibunya.
Lalu ia tanyakan persoalan itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟
Wahai Rasulullah, ibuku telah wafat. Bolehkah aku bersedekah atas nama beliau?
قَالَ: نَعَمْ،
Rasulullah pun menjawab, “Boleh.”
قُلْتُ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟
Saad bin Ubadah kembali bertanya, “Sedekah apa yang paling utama?
قَالَ: سَقْيُ الْمَاءِ
Rasulullah pun menjawab, Memberi air minum.
(HR. An-Nasai No. 3664)
Kedua, Allah ‘azza wajalla akan mengganti sedekah air seorang muslim ketika di dunia dengan minuman istimewa di Jannah
Dari Said radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
أَيَّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَأ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ
“Muslim mana pun yang memberi minum muslim lain yang kehausan, kelak Allah akan memberinya minum dari ar-Rahiq al-Makhtum (arak Jannah).(HR. Abu Daud No. 1682)
Ketiga, Sedekah air dapat menjadi penyebab seseorang dimasukkan Jannah.
Alkisah seorang laki-laki yang memberi air minum seekor anjing. Lalu melalui sedekah air kepada anjing itu, Allah ‘azza wajalla masukkan laki-laki tersebut ke dalam jannah.
Redaksi lengkap haditsnya seperti berikut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي فَاشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَنَزَلَ بِئْرًا فَشَرِبَ مِنْهَا ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ
فَقَالَ: لَقَدْ بَلَغَ هَذَا مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فَمَلَأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ثُمَّ رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا
قَالَ: فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan lalu dia merasakan kehausan yang sangat sehingga dia turun ke suatu sumur lalu minum dari air sumur tersebut. Ketika dia keluar didapatkannya seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah karena kehausan.”
Orang itu berkata: “Anjing ini sedang kehausan seperti yang aku alami tadi.”
Maka dia (turun kembali ke dalam sumur) dan diisinya sepatunya dengan air dan sambil menggigit sepatunya dengan mulutnya dia naik ke atas lalu memberi anjing itu minum. Kemudian dia bersyukur kepada Allah maka Allah mengampuninya.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Begitu besarnya keutamaan sedekah air ini, tentu membuat kita merasa tidak sepantasnya untuk menyia-nyiakan air yang kita miliki, sementara saudara kita sedang sangat membutuhkannya.
Sedekah air tidak hanya sebatas memberi minum saudara kita yang kehausan. Tidak hanya sebatas donasi air dalam bentuk kemasan untuk warga yang kampungnya dilanda kekeringan.
Lebih dari itu, sedekah air dapat diwujudkan dengan membuatkan kolam-kolam air, sumur-sumur dalam, dan yang semisal.
Demikianlah sekelumit keutamaan sedekah air di musim kemarau kepada orang yang sangat membutuhkan semoga kita bisa mengambil hikmahnya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Sedekah air di musim kemarau untuk saudara-saudara kita yang saat ini sangat membutuhkan, sekilas seperti sesuatu yang remeh. Tapi ternyata sedekah air adalah persoalan yang besar.
Sedekah air di musim kemarau untuk meringankan beban saudara kita yang kesulitan mendapatkan air adalah wujud nyata dari takwa kita kepada Allah ‘azza wajalla.
Maka, mari bersama-sama kita satukan langkah. Perkuat ukhuwah. Bantu saudara kita yang membutuhkan. Sama-sama kita meringankan beban saudara. bersama-sama kita berjalan menuju Allah ‘azza wajalla.
Dengan itu, semoga Allah ‘azza wajalla kelak memasukkan kita ke Jannah-Nya bersama-sama pula.
اتَّقُوا اللَّهَ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
اَللهُمَّرَبَّنَا ظَلَمْنَاأَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَالْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّاِ وَقِنَا عَذَابَالنَّار
عِبَادَاللهِ. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Semoga bermanfaat
Al huda.
Komentar
Posting Komentar