JANGAN CARI RIDHO MANUSIA : MELELAHKAN DAN MENGECEWAKAN

 

KHUTBAH JUM'AT :
JANGAN CARI RIDHO MANUSIA : MELELAHKAN DAN MENGECEWAKAN.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ, الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا, مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْاِحْتِرَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ.
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ, فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Dalam kesempatan yang barokah ini, kami menyampaikan pesan luhur agar selalu ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mari kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, serta kita sempurnakan dengan selalu bersyukur atas segala nikmat dan anugerah-Nya. Insya Allah, kita menjadi hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala yang selamat dan bahagia fid diini wad dunya wal akhiroh. Aamiin.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Hidup ini untuk beribadah dan mencari ridho Allah subhanahu wa ta'ala dengan sungguh-sungguh, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 69 :
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah, benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.“
Banyak orang hidupnya bermasalah, hanya karena terlalu memperhatikan pandangan dan penilaian orang lain, teramat takut dan khawatir dikomentari mereka.
Bila ada satu orang saja, yg berkomentar negatif, seolah hari-harinya dipenuhi dengan kegelisahan, kegundahgulanaan dan kegalauan.Yang di rasakan, hanyalah kelelahan dan keletihan belaka. Ini dampak, bila setiap perbuatan yang dilakukan, hanya untuk mencari simpati manusia, adalah jalan kesia-siaan.
Gara-gara sikap seperti itu, akhirnya menjadi penghalang hati, mencegah seseorang menemukan kelezatan ibadah dan bekerja. Maka, untuk apa waktu kita habiskan demi mengambil muka manusia ?
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Para Ulama Salafus Salih, menyadari fenomena ini. Salah satunya adalah Imam Syafi’i rahimahullah (wafat 820 M, Fustat, Mesir), memberikan petuah kepada salah seorang murid utamanya, Imam Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi (wafat 883 M Mesir) :
يَا رَبِيعُ ، رِضَى النَّاسِ غَايَةٌ لا تُدْرَكُ ، فَعَلَيْكَ بِمَا يُصْلِحُكَ فَالْزَمْهُ ، فَإِنَّهُ لا سَبِيلَ إِلَى رِضَاهُمْ
“Wahai Rabi’, Ridho manusia merupakan tujuan yg tidak bisa diraih, maka hendaknya engkau mencari perkara yg baik bagimu, lazimilah perkara tsb, karena sungguh tidak ada cara untuk meraih ridho manusia.” (Termaktub dalam kitab Hilyatul Auliya’ Wa Thobaqotul thabaqatul Asfiya' karya Imam Abu Nuaim Al-Isfahani Asy-Syafi'i rahimahullah wafat 1038 M Isfahan Iran).
Pesan Imam Syafi’i rahimahullah lainnya, juga termaktub dalam kitab Siyar A’lamin Nubala’ karya Imam Adz-Dzahabi rahimahullah (wafat 1348 M) :
رضا النَّاسِ, غَايَةٌ لاَ تُدْرَكُ، وَلَيْسَ إِلَى السَّلاَمَةِ مِنْهُم سَبِيْلٌ فَعَلَيْكَ بِمَا يَنْفَعُكَ فَالْزَمْهُ.
“Mendapatkan keridhaan seluruh manusia, adalah sebuah target yang tidak mungkin bisa dicapai. Bebas dari omongan orang adalah sebuah kemustahilan. Cukuplah bagimu menekuni hal-hal yang bermanfaat untukmu”.
Barangsiapa yg melazimi sikap demikian, maka kesudahannya adalah sebagaimana riwayat Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha (wafat 678 M, Jannatul Baqi' Madinah) kepada Muawiyah bin Abu Sufyan radliyallahu anhu (wafat 680 M, Damaskus, Suriah) yaitu :
“Sesungguhnya, barangsiapa yang mencari keridhoan manusia, maka Allah akan murka kepadanya dan akan menjadikan manusia juga marah kepadanya, dan orang yang memujinya akan berubah menjadi mencelanya. Dan barangsiapa yang mencari keridhoan Allah, maka Allah akan ridho kepadanya dan akan membuat mereka ridho kepadanya”.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Ketahuilah, mencari pujian dan ridha manusia, hanya akan menghabiskan waktu saja, hanya kelelahan hati tiada batasnya, karena selalu berakhir dgn kekecewaan dan tidak akan menemukan solusi jangka panjang. Karena itu, banyak orang yang menjadi bunglon, keikhlasannya menjadi sedikit lalu rusaklah agamanya.
Wahai manusia, untukmu yang tengah sibuk mencari penilaian orang lain, jangan berlelah² agar tampak baik di mata manusia, karena bagaimanapun penilaian manusia, tidak akan pernah sama. Mungkin, kita nyaris sempurna dgn banyak kebaikan di mata manusia yg satu, tapi menurut manusia yg lainnya, kita masih memiliki banyak sekali kekurangan.
Itu artinya, tidak ada gunanya kamu berusaha memuaskan mata orang lain, karena sampai kapanpun, kamu tidak akan pernah sebaik seperti yang kamu inginkan. Karena kita manusia dhoif, tidak sempurna.
Oleh karenanya, kita berhenti berlelah-lelah mencari penilaian manusia yang melelahkan. Sebab pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap kita. Cukuplah dengan ridho Allah subhanahu wa ta'ala bagi kita. Sungguh, mencari ridho manusia, adalah tujuan yang tidak akan pernah tergapai. Sedangkan ridho Allah subhanahu wa ta'ala adalah destinasi rohani yang pasti sampai.
Mengenai hal ini, kita ingat maqalah Imam Syafi’i rahimahullah berkata :
إِنَّك لَا تَقْدِر أَن تُرْضِي الْنَّاس كُلَّهُم ، فَأَصْلَح مَا بَيْنَك و بَيْن الْلَّه ، ثُم لَا تُبَال بِالْنَّاس.
“Anda tidak akan mampu, mendapatkan ridha semua manusia, maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah, dan tidak usah peduli dengan ucapan orang-orang".
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah
Dengan sikap ridha, dapat mengantarkan seorang muslim berakhlak mulia, menjadi tulus ikhlas karena Allah subhanahu wa ta'ala. Menjadi obat hati yang dapat menangkal segala penyakit hati, sekaligus dapat membuat hati lapang. Juga salah satu faktor yang menyebabkan hidup seorang muslim menjadi tenang, damai, tenteram, tidak diliputi keresahan dan kegalauan. Ridha, merupakan salah satu jalan yang mengantarkan kepada pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberi taufik pada kita untuk selalu mengedepankan ridho Allah subhanahu wa ta'ala daripada ridho manusia. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ, فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا, وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ, لِيْ وَلَكُمْ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ, وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ, ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ.
فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ, فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ. وَنَحْنُ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ, وَالشَّاكِرِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ, بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللهم أَنْتَ رَبُّنَا, فَارْزُقْنَا الْاسْتِقَامَةَ 3x. أَللّـهُمَّ أَعْتِقْ رِقاَبَناَ, وَرِقاَبَ آباَئِناَ وَأُمَّهاَتِناَ, مِنَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ, يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ, وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى, وَيَنْهَى, عَنِ الْفَخْشَآءِ, وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوَن. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO