Kesempatan kedua/Taubatan nasuha.

 

Kesempatan kedua/Taubatan nasuha.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُالِلّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُلِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَوَّرَقُلُوْبَنَا بِعُلُوْمِ الْعُلَمَاءِ .
اَ شْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ،
أمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ
وَقُلِ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَا رًا ۙ اَحَا طَ بِهِمْ سُرَا دِقُهَا
Hadirin sidang Jumat yang berbahagia.
Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wata'ala, marilah kita tingkatkan takwa kita dengan menjalan perintah dan menjauhi laranganNya.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya dan sahabatnya
Semoga pada hari kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau Aamiin Ya Robbal alamiin.
Hadirin jamaah jumat yg berbahagia
Kita sebagai manusia diberi pilihan dan kesempatan yg sama oleh Allah swt,mau beriman silahkan,mau kafir silahkan,mau bertakwa silahkan mau zalim silahkan.
Allah menciptakan surga dan neraka juga sudah menciptakan calon penghuninya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَقُلِ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَمَنْ شَآءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ اِنَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَا رًا ۙ اَحَا طَ بِهِمْ سُرَا دِقُهَا ۗ
"Dan katakanlah (Muhammad), "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir." Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka.
(QS. Al-Kahf Ayat 29)
Hadirin jamaah jumat yg berbahagia
Allah mengutus Rasulullah untuk mengajarkan hukum-hukum Allah kepada umatnya. Dalam pelaksanaannya, Rasulullah juga mengedepankan kasih sayang dan hikmah.
Misalnya, Rasulullah memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berperkara untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan sebelum dilaporkan. Hal ini dikenal sebagai restorative justice di zaman now. Jika korban memutuskan untuk membawanya ke pengadilan, barulah prosedur hukum akan berlangsung.
Maka dari itu, Rasulullah bersabda:
تَعَافَوُا الْحُدُودَ فِيمَا بَيْنَكُمْ فَمَا بَلَغَنِي مِنْ حَدٍّ فَقَدْ وَجَبَ
Hendaklah kalian saling memaafkan dalam masalah hukuman had yang terjadi di antara kalian, sebab jika had telah sampai kepadaku maka wajib untuk dilaksanakan.
(HR. Abu Dawud no. 3476).
Sementara itu, untuk pelanggaran yang sifatnya antara hamba dengan Allah, meskipun ada had atau hukuman bagi yang melakukannya, Rasulullah lebih menyukai jika pelakunya menyembunyikan dosa tersebut, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan tidak mengulanginya lagi.
Misalnya, pernah ada seorang pemuda yang nyaris berzina mengadu ke Umar bin Khattab ra., lalu ke Abu Bakar ra., sampai kepada Rasulullah Saat Rasulullah mendengar ceritanya, beliau lalu membacakan ayat Al-Qur’an:
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ
Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah) (QS. Hud 114).
Di lain kesempatan, suatu hari seorang sahabat bernama Ma’iz bin Malik ra. mendatangi Rasulullah
“Wahai Rasulallah, sucikanlah aku!” pintanya kepada Rasulullah
Mendengar laporan begitu, Rasulullah justru menyuruh Ma’iz pulang, “Pulanglah dan bertobatlah!”
Betapa santunnya beliau , dan betapa polosnya Ma’iz yang tidak menangkap isyarat beliau
Karena merasa gelisah dan berdosa, Ma’iz kembali lagi menghadap Rasulullah sebanyak tiga kali, dengan permintaan yang sama, “Sucikan aku!”
Saat datang untuk yang keempat kali, Rasulullah bertanya, “Apa yang bisa aku sucikan darimu?”
“Sucikanlah aku dari zina wahai Rasulullah,” jawab Ma’iz.
Rasulullah tidak langsung menetapkan hukuman kepada Ma’iz. Beliau bertanya kepada para sahabat, “Apakah dia gila?”
Para sahabat menjawab, “Tidak wahai Rasul.”
Beliau bertanya lagi, “Apakah dia minum khamr?
Seorang sahabat berdiri untuk memeriksa bau alkohol dari mulutnya, dan tidak mencium bau khamr.
Rasulullah bertanya lagi kepada Ma’iz, “Apakah kamu benar-benar berzina?”
Ma’iz menjawab, “Iya.” Barulah setelah itu Ma’iz dihukum rajam karena permintaannya sendiri.
(HR. Muslim no. 1695).
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menulis bahwa hadis di atas adalah himbauan untuk tidak menceritakan dosa pribadi, seperti zina, kepada siapa pun. Namun, lebih baik seseorang langsung bertobat kepada Allah atas maksiat yang telah dilakukan.
Serupa dengan cerita di atas, Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwattha’ tentang seorang laki-laki bernama Hazzal yang mengaku berzina lalu dirajam. Rasulullah pun berkata kepada Hazzal:
يَا هَزَّالُ لَوْ سَتَرْتَهُ بِرِدَائِكَ لَكَانَ خَيْرًا لَكَ
Wahai Hazzal, seandainya kamu menutupinya dengan pakaianmu (menyembunyikan perbuatanmu lalu bertobat), maka itu lebih baik bagimu (HR. Malik no. 1505).
Yang terakhir tentu saja paling utama adalah meninggalkan segala larangan Allah namun, jika terlanjur jatuh ke dalam dosa tersebut, dan Allah telah menutupi aib kita dari orang lain, alangkah baiknya jika kita menyambut kebaikan Allah itu dengan menyesali segala yang kita perbuat dan tidak menceritakan kepada orang lain apalagi mengumbarnya.
Rasulullahpun memberikan kesempatan kedua kepada para sahabat yang berbuat dosa.
Kesempatan kedua ini berarti bertobat dengan taubatan nasuha dengan memohon ampun kepada Allah dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّل اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ، اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِوَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Aqimussholah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO