Kutbah jumat Kwajiban Thalabul Ilmi
KKutbah jumat
Kwajiban Thalabul Ilmi
Oleh KH.Damanhuri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَنَا بِعُلُوْمِ الْعُلَمَاءِ* وَأَنْقَذَنَا بِهَا مِنْ دَرَجَةِ الْبَهَائِمِ وَالْأَعْمَاءِ* أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلَهُ * اللّٰهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَتْقَى الْأَتْقِيَاءِ * وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْجَزَاءِ* أَمَّابَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَتَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ لِأَنَّ الْجَهَالَةَ مِنْ أَدْوَاءِ الدَّاءِ وَأَضَرِّالْأَعْدَاءِ * لَادَوَاءَ وَلاَشِفَاءَ إِلَّا بِعِلْمِ الْعُلَمَاءِ * لِأَنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ * قَالَ تَعَالَى فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: إِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ*
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah senantiasa kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, dengan menjalankan perintah dan meninggalkan segala laranganNya. Dengan harapan kita senantiasa mendapatkan rahmatNya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Agama kita sebenarnya tidak mengakui dikotomi antara pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Semuanya saling mendukung dan sama-sama perlu dipelajari dan dikembangkan. Namun begitu, dalam batas-batas tertentu Islam sering menekankan perlunya mempelajari, mendalami, dan mengembangkan pengetahuan agama.
Sabda Rasulullah saw.:
مَنْ يُرِدِ اللّٰهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ
Orang yang dikehendaki baik oleh Allah, ia akan diberi pemahaman yang mendalam tentang agama. (HR Bukhari dan Muslim).
Lebih dari itu, di dalam Al-Qur’an bahkan Allah swt. menyebutkan secara khusus perlunya kita belajar untuk mendalami ilmu agama. Ada keharusan sebagian dari masyarakat untuk mendalami ilmu agama agar kelak menjadi rujukan bagi masyarakat yang lain. Allah berfirman:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
_Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?_
(QS At-Taubah [9]: 122).
Bahkan ulama menyatakan bahwa “Mempelajari ilmu agama lebih afdal daripada mengerjakan salat sunah.” Ulama yang lain lagi mengatakan, “Bagi saya, berkesempatan memperoleh sedikit ilmu agama lebih saya sukai daripada berkesempatan untuk melakukan ibadah sunah.”
Dan masih banyak lagi ungkapan ulama lainnya yang semakna.
Ulama-ulama seperti mereka seolah benar-benar menghayati dan mengamalkan firman Allah:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” (QS Az-Zumar : 9).
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Wusana kata kita berharap semoga Allah membersamai kita dengan rahmat dan taufiqNya, pandemi segera berakhir dan kita selamat dunia akhirat.
بَارَكَ اللّٰهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأنِ الْكَرِيْم وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّل اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Komentar
Posting Komentar