YANG DIKATAKAN HEWAN YANG PANDAI BERPIKIR DAN BERKATA-KATA

 

‼️"YANG DIKATAKAN HEWAN YANG PANDAI BERPIKIR DAN BERKATA-KATA."‼️
Dikisahkan Ada Salah SEORANG MURID Yang Bertanya Kepada Gurunya dia Berkata : Wahai Guruku, Apa Yang Harus Saya Lakukan Disaat Saya Mendapi HATI Saya Tidak Bisa Khusyuk Ketika Beribadah Dan Belum Bisa Ikhlas Dalam Beramal.."!?
Gurunya Menjawab : " Wahai Muridku Terkasih, Janganlah Pernah Meninggalkan Ibadah Lantaran Hati Tidak Khusyuk Ketika Beribadah, Dan Jangan Meninggalkan Amal Kebaikan Lantaran Hati Belum Ikhlas Dalam Melakukannya.
Muridnya Berkata Lagi : " Kenapa Atau Apakah Alasannya Guru."?
Gurunya Menjawab : " Karena Khusyuk Dan Ikhlas Adalah Sifat Hati Yang Sempurna, Sedangkan Zikir, Ibadah Dan Amal Kebaikan Adalah Cara-cara Untuk Membentuk Hati Agar Menjadi Sempurna.
Muridnya Berkata : " Guru Mohon Maaf Sebelumya Saya Juga Ingin Mengetahui, Apakah Yang Membedakan Kedudukan Hamba Disisi Allah Swt.."?
Gurunya Menjawab : TAKWALAH Yang Membedakan Kedudukan Seseorang Hamba Pada Sisi Tuhan.
Seperti Bunyi Firmannya :
Sesungguhnya Yang Paling Mulia Di Antara Kamu Di Sisi Allah Adalah Orang Yang Paling BERTAKWA.
"( Qs. Al-hujurat Ayat : 13 )"
Artinya Semakin Tinggi Derajat KETAKWAAN, Semakin HAMPIR Seorang Hamba Dengan Tuhannya.
Semakin RENDAH Derajat TAKWA Semakin Hampir Seseorang Dengan Daerah KEHEWANAN. Jika TAKWA Tidak Ada, Jadilah MANUSIA Itu HEWAN Yang Pandai BERPIKIR Dan BERKATA-KATA.
HEWAN Yang Pandai BERPIKIR Inilah Yang Dikatakan Manusia Yang MATI HATINYA.
Dia Tidak Dapat Menggerakkan Pikiran Dan Anggotanya Menuju Kepada Allah. Bagian Yang MENGHADAP Kepada Pencipta Tidak Berfungsi, Hanya Bagian Yang MENGHADAP Kepada Alam Benda Merupakan Bagian Yang AKTIF.
Manusia Yang Mati Hatinya Atau Manusia Yang Berbangsa HEWAN Ini Tidak Merasa SEDIH Jika Terlepas Peluang Baginya Untuk Melakukan Amalan Yang Mendekatkan Diri Dengan Tuhan, Dan Dia Tidak Merasa KESAL Jika Dia Berbuat Dosa Dan MAKSIAT Yang Menjauhkan Dirinya Daripada Allah Swt.
Muridnya Berkata : Kalau Begitu Siapakah Kita Yang Sebenarnya,,, "??
Gurunya Menjawab :“Engkau Yang Sebenarnya Adalah Di Balik Dinding Yang Merupakan Syahwat Dan Di Belakang Tabir Penutup Sifat Kemanusiaan. Engkau Yang Sejati Adalah Suatu ROH Yang SUCI BERSIH, Tanpa NODA Syahwat, Dan Berada JAUH Di Atas KETINGGIAN Sifat KEMANUSIAAN Tanpa Condong Pada Apa Pun Dan Tidak Pula Berkeinginan”.
Lalu Muridnya Berkata : " Untuk Apa Di Adakannya Sifat Manusia Dan Syahwat,,, "??
Jawab : "Sifat-Sifat Manusiawi Dengan Apa Yang Ada Padanya, Dari Syahwat-Syahwat Dan Keinginan Serta Kemauan Yang Di Ikuti Dengan Pelanggaran-Pelanggaran Adalah Sebagai Coba'an Dan Ujian Untuk ROH.
Tiada Wujud Yang Sebenarnya, Kalau Di Tilik Dari Sifat Manusia Yang Dikaitkan Dengan Kemanusiaan, Tetapi Yang Ada Hanyalah Daya Yang Merangsang Untuk Menguji RUH Agar Dapat Diketahui Dan Dikenal Sampai Di Martabat Yang Dapat Dicapai.
Muridnya Berkata : " Untuk Apakah ROH Itu Di Uji Guruku"??
Gurunya Menjawab : " Untuk Melihat, Apakah ROH Itu Bisa Mencapai Nisbatnya Kepada Allah Atau Tidak, Dan Apakah ROH Telah Mengarahkan Segenap Kemampuannya Untuk Merindukan Dan Mencintai Allah Atau Tidak, Ataukah Sebaliknya ROH Itu Sudah Tertarik Oleh JASAD Dengan Memanjakan Syahwat-Syahwatnya. Akhirnya Lupa Dia Kepada SUMPAH JANJI Atau Syahadatnya Kepada Allah SWT.
 
DAWUH SIMBAH KYAI ABDUL KARIM LIRBOYO
من كان مفتخرا بالمال والنسب * وإنما فخرنا بالعلم والأدب
Jika ada orang yang membanggakan harta dan leluhur, maka kebanggaan kami adalah ilmu dan adab
ليس اليتيم هو من مات والده * إن اليتيم بلا علم والأدب
Yang disebut yatim itu bukanlah orang yang ditinggal mati orang tuanya, sesungguhnya hakikat yatim adalah orang yang tidak mempunyai ilmu dan adab
ليس الجمال جمال اللبس والبدن * إن الجمال جمال العلم والأدب
Bukanlah keindahan itu karena indahnya baju dan bagusnya bodi tubuh, tp keindahan dan kecantikan yg sesungguhnya adalah berasal dari ilmu dan adab.
Semoga kita mampu meneladani tindak lampah para masyayich.
اللهم اجمعنا معهما وجمع مشايخنا في جنتك امين يا رب العالمين 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO