DA'WAH YANG MENYENTUH HATI
DA'WAH YANG MENYENTUH HATI
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
Ma'asyiral muslimin jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah, marilah kita bersama sama bertekad untuk selalu meningkatkan kualitas Iman dan taqwa kita kepada Allah aja wajalla, dengan lagi lagi menambahkan rasa syukur dan sabar dalam menjalani aktifitas kehidupan sehari hari. Sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad shalallahu alaihiwas salam, semoga hari yang dijanjikan nanti kita semua beroleh syafa'at dari beliau, Aamiin Allahhumma Aamiin.
Pada kesempatan hari yang berkah ini, akan kita ketengahkan satu judul khutbah yaitu:
DA'WAH YANG MENYENTUH HATI
Ma'asyiral muslimin jama'ah shalat Jum'at yang dirahmati Allah,
Dakwah adalah suatu proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat
Baik dengan lisan ,tulisan atau ajakan agar mau memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan mengembalikan potensi fitri orang tersebut sehingga dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Dengan demikian berda'wah adalah satu kewajiban yang harus kita laksanakan sesuai kapasitas kita masing masing.
Selanjutnya, sasaran utama da'wak yang merupakan sebuah keharusan dimulai dari
diri sendiri, keluarga, sanak keluarga, keluarga dekat atau sanak famili, kemudian sebagian kelompok, masyarakat yang lebih luas lagi dan seluruh umat manusia. Selanjutnya berdakwah juga perlu menggunakan metode, atau cara dakwah yang baik dan benar sesuai perintah yang ada, agar mereka yang kita da'wahhi tidak tersinggung dan kemudian malah sakit hati bahkan membenci da'wah. Allah berfirman dalam Al Qur'an
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ
وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. Asy-Syu'ara : 214 - 215)
Jama'ah shalat Jum'at yang dirahmati Allah, da'wah harus dimulai dengan sebuah kelembutan, karna da'wah ini yang jadi sasaran adalah hati, bukan fisik, usaha perbaikan atas hati jelas tidak bisa dengan sesuatu yang kasar, apa lagi pada zaman ini, yang berda'wah bukanlah nabi dan yang dida'wahi bukanlah para Fir'aun, sementara untuk menda'wahi Fir'aun saja Allah perintahkan kepada nabi Musa as agar dengan lemah lembut,
Allah berfirman dalam Al Qur'an
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
Artinya: Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".
AlQur'an surat Thaha 44.
Sementara kita kita ini dizaman akhir ini semuanya bukanlah nabi Musa as dan yang kita da'wahhi juga bukanlah para Fir'aun tapi dengan se enaknya kita mengatakan da'wah itu harus keras karna dengan da'wah yang keras aja tidak mau berubah apa lagi dengan lemah lembut, inilah kelemahan sebagian ummat Islam yang bicara tanpa ilmu. Selanjutnya adalah da'wah dengan mengetahui siapa yang diajak bicara atau siapa yang kita da'wahhi, disini kita harus teliti dan melihat dengan seksama, sesuaikan bahasanya kepada masing masing kelompok atau golongan, satu contoh jika yang kita da'wahhi itu kira kira ustadz atau faham dengan ilmu agama, sementara tingkat amalannya tidak sebagai mana pengetahuannya, maka jangan sesekali da'wah kita dengan kalimat yang mengguruinya, ini akan menyebabkan beliau tersinggung. Kecuali dimajelis ta'lim, dan yang menyampaikannya merupakan seorang guru. Contoh lain, seandainya kita berda'wah kepada para mereka yang sedang berbuat sebuah dosa besar , maka jangan sesekali menyinggung dosa yang diperbuatnya, tapi katakanlah dengan kalimat kalimat yang bisa menyejukkan hatinya, manusia itu tempatnya segala dosa dan kesalahan, sungguh tiada manusia yang tidak berbuat dosa, dan sebaik baik yang berbuat dosa adalah yang mau kembali kepada Allah dengan memohon ampunannya, Allah adalah maha menerima tobat sebanyak apapun dosa dan kesalahan kita niscaya Kita akan mendapati ampunan Allah jauh lebih besar lagi,dan Allah mencintai orang orang yang bertobat.
Jama'ah shalat Jum'at yang dirahmati Allah, da'wah itu merangkul bukan memukul, da'wah itu mengajak bukan menyuruh,da'wah itu mencintai, bukan menyakiti. Selanjutnya da'wah dengan tulisan, baik itu susunan sebuah kitab atau sebuah referensi,atau sebuah buletin bahkan materi materi Khutbah dan kultum atau sebuah nasihat yang kita tuliskan yang digunakan oleh publik, baik dimasyarakat atau disosial media, hendaklah ditulis dengan baik dan benar sesuai apa apa yang terdapat didalam sumbernya yaitu Al Qur'an ,hadits,ijma dan kiyyas dengan pemahaman ulama ulama yang mempuni, dan dengan bahasa yang mudah difahami, agar tidak salah tanggab,sehingga bisa salah juga dalam mengamalkannya. Dan yang terakhir adalah da'wah dengan contoh perbuatan dan pengorbanan harta,
Dengan perbuatan seperti kita merutinkan sebuah perbuatan terpuji yang selalu dilihat orang lain, sehingga orang lain tersebut termotivasi untuk melakukannya, tapi bukan sengaja memperlihatkannya agar dapat pujian. Kemudian berda'wah dengan harta bahkan dengan jiwa dan raga, pada zaman Rasulullah Salallahu alaihiwas salam da'wah dengan cara ini untuk si'ar Islam dengan kendaraan dan perbekalan sendiri, pada masa perang ataupun tidak. Dan pada masa masa sekarang ini da'wah dengan harta diri berupa kunjungan tabligh Akbar atau silaturahim kepada kerabat sahabat,jiran tetangga boleh juga dengan membawa oleh oleh kemudian sambil bincang bincang seputar Iman,Islam atau apapun yang berupa kebaikan kebaikan yang diniatkan semata mata karna Allah, bukan karna keperluan keperluan duniawi.
Dalam sebuah hadits dikatakan
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ
“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567).
Dikatakan dalam riwayat yang lain
Rasulullah Saw telah memberikan kabar suka kepada mereka yang menjadi perantara hidayah bagi seseorang.
“Apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui upayamu, itu lebih baik melebihi apa yang dijangkau matahari sejak ia terbit sampai terbenam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam riwayat lain dikatakan
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم : مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]
Demikianlah khutbah Jum'at untuk kali ini,semoga Allah memudahkan kita untuk bisa ambil bagian dalam usaha da'wah
Aamiin Allahhumma Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ
KHUTBAH KE2
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِوَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّرَبَّنَا ظلمناأَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَالْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّاِ وَقِنَا عَذَابَالنَّار,وَقِنَاعَذَابَ النَّارِ,سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَاللهِ.إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِوَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Komentar
Posting Komentar