Problema kehidupan

 

Problema kehidupan.
إِنَّ الْحَمْدَ لِله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ. وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ. وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادَيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ،
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم،
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰ⁠حِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوۡلࣰا سَدِیدࣰا یُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِیمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Setiap manusia yang hidup dimuka bumi ini, pasti mengalami berbagai macam problema kehidupan. Tidak ada satupun diantara manusia yang tidak mengalami persoalan didalam hidup ini. Allah swt menciptakan manusia, memang sarat dengan yang namanya ujian dan cobaan ini.
Allah swt berfirman :
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِی كَبَدٍ
sungguh manusia diciptakan oleh Allah swt berada dalam kesulitan.(QS. Al-Balad: 4)
Maka, orang-orang yang beriman memiliki cara lain dalam memandang dan menghadapi setiap kesulitan yang ada didalam hidup ini.
Manusia yang diuji oleh Allah dengan kekurangan harta, dengan kekayaan dan yang menyenangkan,tetapi ada yang diuji dengan yang tidak menyenangkan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَیۡرِ فِتۡنَةࣰۖ
dan kami akan menguji kalian dengan sesutau yang buruk dan sesuatu yang menyenangkan sebagai ujian bagi kalian.(QS. Al-Anbiya’ 35 )
Ma’asyaral Muslimin rahimakumullah….
Allah sendiri, didalam al qur’an telah mengingatkan kita dengan firmanNya,
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَیۡءࣲ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصࣲ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَ ٰ⁠لِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَ ٰ⁠تِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِینَ
dan sungguh kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut dan lapar. Dan kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.
(QS. Al-Baqarah 155)
Hari ini, ditengah kehidupan moderen. Kita mendapati orang-orang yang putus asa karena menghadapi berbagai problema kehidupan. Ada seorang yang bunuh diri hanya karena suaminya bermasalah. Atau sebaliknya. Bahkan ada yang membunuh putra-putrinya, yang berujung dengan bunuh diri, gara-gara khawatir tentang masa depan mereka. Khawatir dengan makan mereka. Khawatir dengan rezki mereka. Ada yang sampai mengakhiri kehidupannya hanya karena permasalahan yang kecil.
Kenapa ini semua terjadi? Karena kosongnya iman dan lemahnya iman.
Adapun orang-orang yang beriman dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, yang pasti akan didapatkan oleh orang yang beriman itu selama hidup didunia, maka tidak pernah kita yang namanya beristrahat dari berbagai macam persoalan. Orang yang beriman, diberikan oleh Allah jalan.
Pertama, dengan merasa optimis. Orang yang beriman selalu optimis. Ketika dia miskin, dia tetap beriman dalam keadaan kemiskinannya. Dan dia punya harapan, bahwa kedepan akan lebih baik. Dia tidak putus asa. Dia tidak pernah berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan dia menjalani apa yang dia hadapi saat itu dengan sebaik-baiknya sebagai orang yang beriman.
Kita punya optimisme. Berbeda denga orang-orang yang kurang keimanannya. Apalagi orang-orang yang memang tidak punya iman, tidak punya sandaran kepada Allah. Orang yang beriman memiliki sandaran yang kuat.
Firman-Nya,
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡحَیِّ ٱلَّذِی لَا یَمُوتُ
Dan bertawakkallah keepada Allah yang selalu hidup dan tidak akan pernah mati.
(QS. Al-Furqan 58)
Firman-Nya,
ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡیَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
(Dialah) Allah, tidak ada Tuhan, (yang berhak disembah) selain Dia. Dan kepada Allah lah hendaknya orang-orang yang beiman itu bertawakkal.
(QS. At-Taghabun 13)
Orang yang beriman memiliki keyakinan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Firman-Nya,
فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ یُسۡرًا إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ یُسۡرࣰا
Artinya: “Sesungguhnya, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan.” (QS. )
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…
Dalam skala pribadi, dalam skala keluarga, dalam skala negara, dalam skala ummat, Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu optimis dalam keadaan apapun. Dan tidak boleh putus asa, seberat apapun itu masalah. Baik yang dihadapi dalam skala pribadi, dalam keluarga, dalam masyarakat. Bahkan dalam skala ummat, dalam kondisi apapun kita tidak boleh putus asa. Karena sejarah telah membuktikan, bagaimana Allah swt menolong orang-orang yang beriman, menolong para Nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman didalam keadaan yang sangat sulit. Justru keyakinan orang yang beriman ketika dia menghadapi problem yang sudah semakin berat, berarti kemudahan itu semakin dekat. Ketika malam sudah sangat gelap gulita, berarti fajar akan segera datang.
Itulah keyakinan, yang diyakini orang-orang yang beriman.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KE2
اَلْحَمْدُ لِله عَلَى إِحْسَانِهِ وَ الشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ وَ الصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَ إِخْوَانِهِ
اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ,
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .
أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ ٭ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.٭
أَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ, وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ, وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ , وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْت, وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ , وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ
أَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.٭
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَیۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ وَلَذِكْر الله أَكْبَر والله يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO