KHUTBAH JUM'AT Bulan Sya’ban & Ziyarah
KHUTBAH JUM'AT Bulan Sya’ban & Ziyarah Kubur
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى رَفَعَ مَنْصِبَ النُّبُوَّةِ وَالرِّسَالَةِ بِاْلأِنْذَارِ وَالْبُشْرَى* وَأَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَى عَبْدِهِ هُدًى لِّلنَّاسِ وَالذِّكْرَى* أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِي أَوْعَدَ لِمَنِ اتَّقَاهُ وَخَافَهُ بِدُخُوْلِ الْجَنَّةِ سُرُوْرًا * وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا * اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ سِرَاجًا مُّنِيْرًا * وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَاتَعَاقَبَتِ الْأَوْقَاتُ لَيْلًا وَنَهَارًا * أَمَّابَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, إتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالىَ : وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
_*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.*_
Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, dengan taqwa yang sebenar benarnya, senantiasa menunaikan segala perintahNya serta menjauhi larangNya.
Dengan harapan kita senantiasa mendapatkan rahmat dan anugerah kebahagiaan di dunia ini sampai di akhirat. Amiin.
_*Jamaah Jumat Rahimakumullah.*_
Ziarah kubur di akhir Sya’ban itu termasuk dari pelaksanaan terhadap anjuran umum untuk ziarah kubur seperti tersebut dalam hadits:
قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ اْلقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا (رواه مسلم)
_“Rasulullah bersabda: aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah”._
(HR. Muslim).
_*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.*_
Ziarah kubur itu manfaatnya dapat mengingatkan kita pada kematian. Khususnya makam orang tua atau leluhur, dan keluarga kita. Karena ada nilai ganda selain untuk mengingatkan kematian, juga untuk mendoakan dan mengenang mereka, sehingga kita tidak termasuk dalam ungkapan “kacang yang lupa akan kulitnya”.
Nabi telah memberikan contoh berziarah ke makam ibundanya, sebagaimana dalam hadits ini:
عَنْ أَبِىْ هُرَيْرَةَ قَالَ : زَارَ النَّبِيُّ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكىَ وَأَبْكيَ مَنْ حَوْلَهُ. (رواه مسلم رقم)
_“Dari Abi Hurairah, berkata bahwa Rasulullah berziarah ke kuburan ibundanya dan beliau menangis serta membuat orang di sekitarnya menangis”_ (HR. Muslim).
_*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.*_
Tentang ziyarah kubur di bulann Sya’ban Baginda Nabi memberikan teladan berziarah ke makam Baqi’ pada malam nishfu Sya’ban, karena malam itu adalah waktu mulia. Sebagaimana hadits berikut :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا اَنَّهَا قَالَتْ : فَقِدْتُ النَّبِيَّ صَلىَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجْتُ فَاِذًا هُوَ بِاْلبَقِيْعِ رَافِعًا رَأْسَهُ اِلىَ السَّمَاءِ فَقَالَ: أَكُنْتِ تَخَافِيْنَ أَنْ يَخِيْفَ اللّٰهُ عَلَيْكِ وَرَسُوْلُهُ فَقُلْتُ يَارَسُوْلَ اللّٰهِ ظَنَنْتُ اَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: اِنَّ اللّٰهَ تَبَارَكَ وَتَعاَلَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ اِلىَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ" (خرجه أحمد والترمذي وابن ماجه)
Hadits dari ‘Aisyah, beliau berkata : _“Suatu ketika pada waktu giliranku Nabi tidak berada di sisiku, lalu aku keluar mencarinya, ternyata belau ada di makam Baqi’, sedang menengadah ke langit. Beliau berkata: ‘apakah kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya berbuat sewenang- wenang kepadamu?” aku menjawab: ‘wahai Rasulullah, aku mengira engkau mendatangi sebagian isteri-isterimu. Lalu Nabi bersabda, “sesungguhnya anugerah Allah turun pada malam nishfu sya’ban ke langit dunia, dan Allah mengampuni orang-orang yang jumlahnya melebihi jumlah bulu-bulu kambing suku Kalb (banyak sekali)”_
(HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibn Majah)
Oleh karenanya tradisi masyarakat, berziarah kubur di bulan Sya’ban diteladani Baginda Nabi SAW. Demikian pula secara sederhana dapat kita maklumi bahwa bulan depan adalah bulan Ramadhan, kita umumnya sibuk dengan ibadah bulan Ramadhan, sehingga tak sempat lagi ziarah kubur. Seolah olah ziarah habis habisan dilakukan di bulan Sya’ban.
_*Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.*_
Wusana kata, semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barakah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapan kita dapat meningkatkan kualitas kehambaan dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّا كُمْ بِااْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَه إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Komentar
Posting Komentar