Menghormati Ulama
Menghormati Ulama
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ.
أَمَّا بَعْد ,فَيَا عِبَادَ اللّٰه، اُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Maa’syirah muslimin rahimakumullah,
Pertama kali khotip ingin berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada kita semua, mari kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-laranga--Nya.
Shalawat dan salam Semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya dan sahabatnya
Semoga pada hari kiamat nanti
Kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau.Aamiin ya Robbal Aalamiin.
Hadirin jemaah jum'at rokhimakumulloh.
Khotbah kali ini berjudul :
Menghormati ulama.
Ulama adalah cahaya yang menerangi hidup manusia, karena mereka adalah penerus dakwah para rasul. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاء، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mendapatkan bagian yang sangat banyak.”
(H.r. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Islam memberikan kedudukan yang tinggi kepada para ulama, karena mereka mengemban tugas yang sangat berat, yaitu meneruskan dakwah para nabi. Jika para nabi adalah wakil Allah dimuka bumi untuk menyampaikan risalah-Nya, maka para ulama adalah wakil para nabi untuk membimbing dan mengarahkan manusia. Maka sangat wajar jika Allah memuliakan dan memberikan keutamaan kepada para ulama. Allah berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara kalian beberapa derajat.”
(Q.s. Al-Mujadalah: 11)
Keistimewaan yang lain yang dimiliki para ulama adalah bahwa para malaikat menghormati mereka dengan merendahkan sayapnya, dan semua makhluk yang ada di langit dan bumi selain manusia dan jin memintakan ampun kepada Allah bagi mereka. Bahkan Rasulullah mengumpamakan keutamaan mereka atas ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan atas semua bintang. Rasulullah bersabda:
وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضَاءً لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ
“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha dengan para pencari ilmu. Dan sesungguhnya seorang ulama itu dimintakan ampun oleh semua makhluk yang ada di langit dan dan dibumi, hingga ikan-ikan yang ada di lautan. Dan keutamaan seorang ulama atas ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan atas semua bintang.”
(H.r. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah,
Allah begitu memuliakan ulama,Tetapi kenapa banyak manusia yang melecehkan mereka.
Inilah anomali dalam budaya kita. Orang-orang yang mengumbar aurat dan mencontohkan akhlak tercela seperti sebagian artis dan selebriti justru dipuja dan dielu-elukan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa para ulama adalah manusia biasa yang bisa jatuh kepada kesalahan. Barangkali ada sebagian pendapat mereka yang tidak benar dan bertentangan dengan pendapat mayoritas ulama. Akan tetapi, hal itu tidak boleh menjadi justifikasi untuk mencela dan melecehkan mereka. Jika setiap ulama yang jatuh kepada kesalahan pantas dicela dan dicaci, maka tidak akan ada ulama yang selamat dari hal itu. Bahkan tidak satu pun muslim yang selamat dari hal itu, karena setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Imam Adz-Dzahabi berkata, “Jika setiap ada ulama yang salah dalam berijtihad kita bid’ahkan, kita boikot dan kita kafirkan, maka pasti tidak ada satu pun ulama di dunia ini yang selamat dari hal itu.”
Sesungguhnya mencela dan menghina ulama adalah termasuk dosa besar. Maka hendaklah kita menjaga lisan dan tulisan kita dari hal tersebut. Imam Ahmad berkata, “Mencaci ulama, terutama ulama-ulama besar adalah termasuk dosa besar.”
(Kitab ar-Rad al-Wafir: 197).
Maa’syirah muslimin rahimakumullah,
Kematian para ulama adalah di antara tanda dekatnya hari kiamat. Dengan meninggalnya para ulama, maka ilmu syariat yang merupakan jalan kita untuk mengenal Allah akan semakin berkurang, sampai pada akhirnya akan hilang sama sekali ketika tidak ada lagi ulama yang menjadi panutan. Pada saat itu, manusia akan mendatangi orang-orang yang berpura-pura menjadi ulama, atau mengklaim dirinya sebagai ulama, padahal, ia tidaklah lebih dari seorang tidak berilmu yang mengajarkan kesesatan. Rasulullah bersabda:
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ: أَنْ يُرْفَعَ العِلْمُ وَيَثْبُتَ الجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا
“Sesungguhnya di antara tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu (syariat), tersebarnya kebodohan, diminumnya khmar dan banyaknya perzinahan.”
(Muttafaq alaih)
Rasulullah juga bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْتَزِعُ الْعِلْمَ مِنْ النَّاسِ انْتِزَاعًا وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعُلَمَاءَ فَيَرْفَعُ الْعِلْمَ مَعَهُمْ وَيُبْقِي فِي النَّاسِ رُءُوسًا جُهَّالًا يُفْتُونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَيَضِلُّونَ وَيُضِلُّونَ
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan tiba-tiba, akan tetapi mencabutnya dengan mematikan para ulama, maka ilmu pun akan tercabut bersama kematian mereka. Kemudian yang akan tersisa di kalangan manusia adalah para pemimpin yang bodoh, mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.
(H.r. Muslim)
Oleh karena itu, marilah kita jaga para ulama kita. Mari kita sayangi mereka sebagiamana kita menyanyangi anggota keluarga kita. Mari kita hormati dan tunaikan hak-hak mereka. Kita tempatkan mereka pada kedudukan yang Allah dan Rasulnya berikan kepada mereka. Mari kita dengarkan dan patuhi nasihat-nasihat kebaikan yang keluar dari mulut mereka. Mari kita menjadi umat Muhammad yang tahu berterima kasih dengan memuliakan orang-orang yang menjadi penerus dakwah dan tugas beliau di muka bumi. Semoga Allah menjaga para ulama kita agar kita tidak kehilangan penunjuk jalan menuju ridla dan ampunan Allah ta’ala, amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْم، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، أَقُولُ مَا تَسْمَعُون، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Komentar
Posting Komentar