Sholat berjamaah
Sholat berjamaah
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
قَالَ اللَّه تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةِ فِي النَّارِ.
Hadirin jamaah jumat yang berbahagia.
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam nikmat sehat dan nikmat kesempatan.
Itu semua adalah karunia yang teramat besar, yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya.
Sebagai bentuk syukur itu, marilah senantiasa melaksanakan perintahNya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah
Pada kesempatan khutbah ini, marilah kita renungkan firman Allah Subhanahu wa Taala QS. Al-Baqarah ayat 43 :
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ (البقرة [٢]: ٤٣
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk,”
Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam sejak pertama kali mendapatkan perintah shalat lima waktu, beliau senantiasa menunaikannya dengan berjamaah. Perintah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk melaksanakan shalat berjamaah terdapat dalam beberapa hadits di antaranya, perintah beliau kepada utusannya, yakni Malik bin Al-Huwairits yang akan kembali ke kampungnya.
Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang di antara kalian azan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al Kitab & As Sunnah dan paling banyak hafalan Al–Qurannya) di antara kalian mengimami kalian.
(H.R. Al-Bukhari).
Hikmah Shalat Berjamaah
Menurut Jumhur Ulama, shalat berjamaah hukumnya sunnah muakkad ,sedangkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, shalat berjamaah hukumnya wajib.
Terlepas dari hukum shalat berjamaah, yang jelas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selama hidupnya (sebagai rasul) belum pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid meskipun beliau dalam keadaan sakit.
Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memperingatkan dengan keras keharusan shalat berjamaah di masjid.
Pada suatu saat, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu Abdullah bin Umi Maktum. Ia berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa dirinya buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam agar memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid.
Lalu rosululloh mengijinkan selanjutnya ketika Abdullah bin Umi Maktum berpamitan dan beranjak pergi terdengarlah suara adzan lalu rosululloh memanggil wahai Abdullah bin Umi Maktum apakah kau mendengar adzan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepadanya:
.هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ قَالَ نَعَمْ. قَالَ : فَأَجِبْ
“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat? Ia menjawab, ‘Ya’, beliau berkata lagi, ‘Kalau begitu, penuhilah”.
(H.R. Imam Muslim).
Begitulah seruan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada umatnya agar senantiasa menunaikan shalat berjamaah di masjid sekalipun kepada sahabatnya yang tidak bisa melihat alias buta. Bagaimana dengan kita umatnya, yang diberikan kenikmatan yang sempurna. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
لاَصَلاَةَ لِمَنْ جَارَ الْمَسْجِدَ اِلاَّ بِالْجَمَاعَة وَفِى رِوَايَة اِلاَّ فِى الْمَسْجِد .
Tidak sempurna shalat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali dengan berjamaah. Dalam suatu riwayat, kecuali di masjid.
(H.R. Imam Ahmad).
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya shalat berjamaah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menekankan bahwa shalat berjamaah dilaksanakan di masjid. Karena masjid dibangun bukan untuk bemegah-megahan, melainkan untuk diramaikan atau dimakmurkan.
Jamaah Jumat yang mulia
Ibadah sholat adalah puncak penghambaan tertinggi kepada Allah swt,berbeda dengan ibadah puasa,ibadah haji dll.
Karena puasa masih bisa sambil bekerja ,dengerin musik dll.
Ibadah haji masih bisa sambil berdagang,bernyanyi dll.
Tertapi sholat sambil bekerja,sambil berdagang tidak bisa karena sholatnya menjadi batal.
Sebagai penutup, mari kita simak nasihat dari Abdullah bin Masud:
“Barangsiapa ingin bertemu dengan Allah di hari kiamat kelak dalam keadaan Muslim, hendaklah ia menjaga shalat lima waktu dimanapun ia diseru kepadanya.
Sungguh, Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian dengan sunnah-sunnah yang merupakan petunjuk. Shalat lima waktu termasuk sunnah-sunnah yang merupakan petunjuk. Seandainya kalian shalat di rumah kalian dan tidak shalat berjamaah di masjid, niscaya kalian akan meninggalkan sunnah Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunnah-sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat. Dan saya melihat pada zaman para Shahabat, tidak ada yang meninggalkan shalat berjama’ah kecuali seorang munafik, yang telah diketahui kemunafikannya.”
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ،
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
Khotbah 2 :
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُونَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسى بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Komentar
Posting Komentar