KEUTAMA'AN MENGASUH ANAK YATIM (Khutbah Idul Fitri)

(6)KEUTAMA'AN MENGASUH ANAK YATIM
(Khutbah Idul Fitri)
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
ولله الحمد
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وََمِنْ
سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Bapak ibu saudara saudari adek.adek semua yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama sama
Meningkatkan
Kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah
Dengan
Menyandarkan segala keinginan hawa napsunya kedalam Islam.
Tidak berbuat kecuali yang diridhoi Allah,
Tidak bicara kecuali yang diridhoi Allah
Dan hanya menisbatkan hatinya kepada Allah.
Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad sallalahu.alaihiwassalam
Beserta keluarganya, sahabatnya, kerabatnya,
Dan semoga pada hari kiamat nanti kita semua yang hadir disini beserta keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau
Aamiin Allahumma Aamiin
Jama'ah Idul Fitri yang berbahagia..
Sesungguhnya
Pada pagi hari ini, takterasa mata ini mulai berkaca kaca
Hati kian ternyuh
Sementara Lantunan Takbir menggema diseluruh penjuru dunia yang membuat Hati kita bergetar .....!!
Hari biru..dan bahagia.
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
ولله الحمد
Pada kesempatan hari raya yang kita nanti nantikan ini,akan kita ketengahkan satu khutbah yaitu
KEUTAMA'AN MENGASUH ANAK YATIM
Jama'ah sholat Idul fitri yang dimuliakan Allah
Sesungguhnya Allah telah berfirman dalam Al Qur'an
· أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ
Artinya
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
Dalam tafsirnya
dengan karunia Allah yang demikian agung itu, maka berbuat baiklah terhadap anak yatim dan janganlah engkau berlaku sewenang-wenang kepadanya, seperti mengambil hartanya, menghardiknya, dan menyakiti hatinya.
Jama'ah sholat Idul fitri yang berbahagia hampir hampir tiada satupun ummat Islam yang tidak tau tentang keada'an seorang yang yatim,
Namun boleh jadi masih banyak diantara kita yang belum mengetahui janji Allah bagi siapa saja yang mau mengasuh anak yatim,
Semoga yang Yaqin dengan janji penguasa atau lainnya tetapi belum Yaqin dengan janji Allah atas kesedia'an mengasuh anak yatim
Segera mengambil kesempatan agar tidak kehilangan fahala yang super besar yang telah dijanjikan Allah dan Rosulnya
Sungguh sebaik baik tempat dibumi adalah Masjid,namun sebaik baik rumah ummat Islam disebutkan
Dalam sebuah Hadits Riwayat Ibnu Majah
Dikatakan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ
Artinya: “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: ‘Sebaik-baik rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim yang diperlakukan dengan baik.
Dan sejelek-jelek rumah di kalangan kaum muslimin adalah rumah yang terdapat anak yatim dan dia diperlakukan dengan buruk.’
Ma'asyiral muslimin Wal muslimah jama'ah sholat idul Fitri yang berbahagia
Dalam riwayat lainnya disebutkan
Dari Abdullah bin Abbas dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengurus tiga anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya
berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara.” Dan beliau menempelkan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.”
Jama'ah sholat Idul fitri yang berbahagia
Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir al-Khuwairy (salah satu ulama abad ke-13) dalam kitab Durratun Nashihin (hal. 278), menjelaskan salah satu hadis riwayat Anas bin Malik yang mengisahkan sosok anak yatim yang bersedih di hari raya Idul Fitri. Kemudian, karena iba, Rasulullah saw pun mengasuhnya. Dikisahkan, suatu ketika Rasulullah saw berangkat untuk melaksanakan shalat ‘Id. Di perjalanan, beliau melihat begitu banyak anak-anak bermain dengan cerianya. Tapi, Rasulullah terkejut begitu di hadapannya ada seorang anak kecil seorang diri dengan pakaian kumal sembari menangis. Merasa iba, Rasulullah saw pun bertanya, “Wahai anak kecil, apa yang membuatmu menangis. Kenapa tidak ikut bermain bersama teman-temanmu?” Kebetulan anak kecil itu tidak tahu, bahwa yang di hadapannya adalah Sang Rasul. Anak itu menjawab, “Wahai laki-laki di hadapanku, ayahku telah meninggal saat mengikuti suatu peperangan bersama Rasulullah. Setelah itu, ibuku menikah lagi dan memakan semua harta-hartaku. Lalu bapak tiriku mengusirku dari rumah.”
Sejak itu, aku pun tidak lagi memiliki makanan, minuman, pakaian dan rumah. Ketika telah sampai hari ini (Idul Fitri), aku melihat begitu banyak anak-anak berbahagia dengan ayah-ayah mereka. Aku pun sedih dan menangis.” Setelah mendengar penjelasan anak yatim tadi, Rasulullah merasa begitu iba dan bermaksud untuk merawatnya. “Wahai anak kecil, bersediakah jika aku menjadi bapakmu, ‘Aisyah menjadi ibumu, Ali menjadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi kedua saudara laki-lakimu, dan Fatimah menjadi saudara perempuanmu?” tawar Rasulullah. Anak itu pun tahu, bahwa laki-laki yang di hadapannya itu adalah Rasulullah. “Bagaimana mungkin aku tidak senang wahai Rasulullah,” jawab sang anak dengan penuh gembira. Nabi pun membawanya pulang ke rumahnya. Memberinya pakaian yang indah, memberi makan sampai kenyang, menghiasinya dan memberinya minyak wangi yang harum. Sekarang, anak yatim itu bisa bermain dengan penuh tawa bahagia bersama teman-teman seusianya. Melihat itu, anak-anak yang lain melihatnya penasaran, “Bukannya engkau yang dulu menangis, mengapa sekarang terlihat begitu bahagia?” tanya mereka penasaran. Anak yatim itu menjawab, “Memang, dulu aku kelaparan, tapi sekarang aku kenyang. Dulu pakaianku buruk, kini sudah tidak lagi. Dulu aku seorang yatim, tapi kini Rasulullah adalah ayahku, ‘Aisyah ibuku, Hasan dan Husein saudara laki-lakiku, Ali pamanku, dan Fatimah saudara perempuanku. Bagaimana mungkin aku tidak bahagia?” Anak-anak yang mendengar pengakuan itu merasa iri. “Andai saja bapak kami syahid saat peperangan, pasti sudah seperti engkau.” Setelah Rasulullah wafat, anak itu kembali terlunta sebagai akan yatim. Kemudian diasuh oleh Abu Bakar ra.
Riwayat lain mengatakan Dari Basyīr bn Aqraba al-Juhāni, ia berkata: “Ayahku mati syahid bersama Nabi SAW dalam beberapa peperangannya, maka (pada suatu waktu) Nabi SAW melewatiku ketika aku sedang menangis, dan dia berkata kepadaku: "Diam, apakah kamu mau jika saya jadi ayahmu dan ‘Aisyah jadi ibumu?" Akumenjawab: Tentu Ya Rasullah, engkau ayahku, dan ‘Aisyah ibuku, wahai Rasulallah. (HR al-Bukhari) dalam al-Tarikh al-Kabir (I/395
Jama'ah sholat idul Fitri yang berbahagia
Sebagai kesimpulan
Anak yatim adalah merupakan tanggung jawab kita semua,
Apalagi anak yatim yang faqir, ini merupakan kewajiban bagi Ummat Islam untuk mengasuhnya
Menafkahinya mendidiknya hingga dia mampu mandiri,minimal sampai batas usia yatim,yaitu akhil baligh
Semoga Allah membuka mata kita untuk selalu peduli kepada anak yatim disekitar kita
Aamiin Allahhumma Aamiin.
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ ا العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.
(Duduk antara dua khutbah)
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر
ولله الحمد
اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ.
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin wal hadirot marilah kita bersama sama menengadah kan tangan kelangit ,
untuk bermunajad kepada Allah
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
Yaa Allah ya tuhan kami...
berilah kami rezeki berupa kasih sayang terhadap anak yatim dan pemberian makan dan penyebaran salam dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap
Yaa Allah jangan biarkan hati kami tidak peduli kepada anak yatim,
Jangan biarkan kami tak peduli dengan lapar dan haus yang mereka rasakan
Jangan biarkan hati kami takpeduli dengan pendidikan mereka ya Allah..,masa depan mereka,yaa Allah..
Mereka adalah anak anak kami juga,mereka tanggung jawab kami semua,
Yaa Allah.........
,bukakan lah penutup hati kami ya Allah,.
boleh jadi selama ini kami melupakan keberadaan mereka disekitar kami, atau kami menganggab nya hanya sekedar Sunnah ya Allah............
Yaa Allah tambahkanlah sifat welas asih kepada kami ,agar kami tidak melupakan tanggung jawab sebagai seorang muslim....
Ya Allah kami tau bahwa tidak ada seorangpun manusia dibumi ini yang berkeinginan menjadi yatim, dan tidak pernah ada seorang anak yang berkeinginan menjadi piatu
Bukalah mata kami ya Allah bukalah hati kami ya Allah,agar bisa ikut merasakan bagai mana kesedihan mereka,agar kami bisa menghapus air mata mereka ya Allah.
Wahai zat yang memiliki semua karunia, karuniakanlah kepada kami sifat Darmawan, agar hati ini selalu merasa ikhlas dalam berbagi,
Yaa Allah yang memiliki kebahagia'an, karunikanlah kepada kami hati yang bahagia dan bergembira ketika melihat mereka dalam keadaan kenyang,dalam keadaan berpakayan, dalam keadaan gembira sebagai mana anak anak kami.
Yaa Allah kami sadari bahwa ini adalah ujian bagi kami semua,....ujian bagi para orang tua.... yang berada disekitarnya atau mengetahui keberadaannya
Hari ini, adalah hari kemenangan bagi kami, jangan biarkan mata kami masih melihat ada anak yatim atau piatu yang larut dalam kesedihan, gemetar dalam menahan lapar dan jangan biarkan mata kami , masih melihat mereka yang tidak berpakayan..ya Allah...
Bulatkanlah tekat kami agar mau ikut menanggung beban penderitaan mereka, agar mau ikut memikul tanggung jawab sebagai orang tua angkat,atau orang tua asuh,
atau sekedar memenuhi hak mereka untuk mendapatkan perlakuan yang layak, untuk mendapatkan makanan dan pakayan yang cukup dan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak anak kami.
Ya Allah berilah kami kecukupan rizki agar bisa memberikan kesempatan kepada mereka sebagai mana kesempatan yang didapati anak anak kami dan berilah kami Rizki yang berkah agar bisa ikut serta menopang masa depan mereka, hingga mampu berdiri sendiri.
Wahai zat yang tidak disilafkan dengan puji pujian yang elok,
Tidak direpotkan dengan Permintaan permintaan yang banyak,
Tidak disibukkan dengan permohonan permohonan yang bertubi tubi,
Bolelah kami mencicipi rahmatmu dan manisnya ampunanmu,
Sesungguhnya engkau maha pengampun dan maha penyahang.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Billahi taufiq walhidayah
Wasalamu alaikum warohmatul lahi wabarokaatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO