KHUTBAH IDUL FITRI DOSA JARIAH DIGITAL

 KHUTBAH
IDUL FITRI

DOSA JARIAH DIGITAL



الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبرالله اكبر الله اكبر

 ولله الحمد


وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ،


أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.


اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد


أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

 

Wa qola ta 'ala



فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهٗ
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهٗ


 

Sadaqallahul adzim.

Hadirin wal hadirot
Jama'ah sholat Ied  rohima kumullah

Pada kesempatan hari Raya Idul Fitri  ini
Khotib akan
Mengangkat satu judul Khutbah yaitu

DOSA JARIAH DIGITEL

Sebagai mana
Biasanya kita mengenal istilah “jariyah” ini berkaitan dengan amal perbuatan yang pahalanya tidak akan pernah terputus, bahkan sampai seseorang muslim meninggal dunia. Pahalanya terus mengalir. Ada tiga perkara yakni sedekah jariyah atau wakaf, ilmu pengetahuan yang terus bermanfaat dan anak-anak shalih yang terus mendoakan.

Namun kali ini kita berurusan dengan dosa. Dosa digital. Yaitu amal perbuatan di dunia maya yang selalu mengalirkan dosa, bahkan setelah domain atau akun yang kita pakai untuk menyebar dosa itu sudah tidak aktif.

Sekarang kita sudah sering diperingatkan dengan “jejak digital”, atau rekam jejak kita di dunia maya. Memori dunia maya akan menampung perilaku kita selama menggunakan internet atau media sosial: Kita pernah kemana, dengan siapa, melakukan apa, bicara apa, mendukung atau memuji siapa atau sebaliknya mencaci-maki siapa, dan seterusnya. Semuanya terekam dengan baik. Jejak digital saat ini menjadi bahan pertimbangan dalam rekrutmen karyawan, partener bisnis, atau mungkin jodoh.

Namun apakah kita sadar
Bahwa kita telah berurusan dengan dosa jariah..?

Berbagi postingan-postingan yang dilarang oleh agama. Misalnya: fitnah, kebohongan, adu domba, celaan, hujatan, atau istilah yang sangat populer di dunia digital: hoax.

Meskipun suatu saat kita bisa menghapus konten yang telah diupload, tapi fasilitas pencarian di internet sangat canggih untuk memunculkan kembali postingan kita, bahkan yang diupload dengan fasilitas messeging system yang mestinya bersifat privat. Semuanya bisa dimunculkan lagi. Apalagi jika postingan kita sudah disreenshot atau dicapture secara manual, atau telah didaur-ulang dan disebarkan oleh banyak orang dan entah kemana saja.

Seperti sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir, kira-kira dosa jariyah juga demikian adanya. Bayangkan ketika kita membuat satu kebohongan, kemudian kebohongan itu tersebar ke banyak penjuru dan berulang-ulang dari tahun ke tahun entah sampai kapan! Bayangkan ketika kita memproduksi atau menyebar hoax, lalu hoax itu dishare dan direproduksi dan dishare lagi sampai seakan-akan menjadi sebuah kebenaran, maka  kita telah menipu sekian
banyak orang!

Jamaah Yg berbahagia
Dalam terminologi taubat, jika kesalahan yang kita lakukan berkaitan dengan orang lain, maka selain menghentikan perbuatan salah dan berjanji tidak akan mengulang kesalahan, lalu meminta ampun kepada Allah, ada syarat satu lagi, yaitu meminta maaf atau menyelesaikan urusan dengan orang-orang yang berkaitan dengan kesalahan kita. Namun, bayangkan, ketika satu hoax kita sebar kemudian hoax itu disebar ke banyak orang, bagaimana kita bisa menghentikan persebaran hoax itu, juga bagaimana cara kita meminta maaf kepada pihak-pihak yang sakit hati di banyak tempat entah dimana karena hoax yang kita produksi atau kita sebar! Kalau urusan dosa dengan manusia ini belum kelar, bagaimana kita bisa meminta ampun kepada Allah?
Apa lagi yang kita sebar
Berupa gambar gambar
Vidio vidio
Yang umbar aurat

Na'u dzubillahimin dzaaliq
 Bagaimana kita akan bertaubat? Rumit bukan?

Tentu saja Malaikat Atid, atau sang pencatat amal buruk manusia, punya mekanisme pencatatan dosa di era digital seperti sekarang ini. Maka sebaiknya kita pikir-pikir dulu sebelum menyebar dosa dengan jari-jari kita. Puasa di era digital ini adalah menahan diri kita, jari-jari kita untuk tidak berbuat dosa digital itu.

Ingatlah firman Allah

A'udzubillahimi nassyaitonir rojim



إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ


 

Allah berfirman di surat Yasin,



إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ


“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Bahkan
Rosulullah saw bersabda

 Dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء


 

“Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.

Demikianlah Khutbah yg singkat ini semoga kita semua bisa terhindar dari berbagai bentuk dosa jariah
Aamiin
Allahhumma.Aamiin



اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.


 

(Duduk antara dua khutbah)
Khutbah ke (2)

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله   اكبر ولله الحمد

الحمد لله رب العالمين

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد

 

ايها الناس
اتقوا الله حق تقاته

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.


 

Billahitaufiq walhidayah
Wasalamu alaikum.warohmatullahi wabarokaatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO