MA'AFKANLAH NISCAYA ALLAH AKAN MA'AFKAN KITA.
MA'AFKANLAH
NISCAYA ALLAH AKAN MA'AFKAN KITA.
(Idul Fitri )
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبرالله اكبر الله اكبر
ولله الحمد
الحمد لله
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ،
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ نَّفۡسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيۡرًا وَّنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡ تَسَآءَلُوۡنَ بِهٖ وَالۡاَرۡحَامَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيۡب
Hadirin wal hadirot
Jama'ah sholat Ied rohima kumullah
Marilah kita bersama sama meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dengan kesungguhan dan tekad yang bulat.
Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad salallahu alaihiwas salam ,semoga pada hari kiamat nanti kita semua mendaoatkan syafa'at dari beliau Aamiin.
Pada kesempatan hari Raya Idul Fitri ini
Khotib akan
Mengangkat satu judul Khutbah yaitu
MA'AFKANLAH NISCAYA
ALLAH AKAN
MEMA'AFKAN KITA
Dalam gemuruh takbir yg dilantunkan kesetiap penjuru negri
Dalam pertemuan yang tidak pernah luput dari kata ma'afkan lahir dan batin
Adakah kita pernah mengingat kembali sampai detik ini
Apakah masih ada kaum kerabat handai tolan
Sahabat dan tetangga kita
Yang belum kita ma'afkan
Karna kita anggab salah fatal
Bahkan sampai sekarang kita masih membencinya
kita ma'afkan orang orang yang tiada bersalah hari ini dalam jumlah banyak
Namun hati kita masih terasa berat untuk me ma'afkan orang yg pernah berbuat salah kepada kita
Pernah mendzolimi kita
Seakan akan pintu ma'af kita telah tertutup baginya
Dan kita sendiri merasa aman
Karna diposisi yg benar...?
Merasa tiada berdosa sedikitpun...?
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
Hadirin wal hadirot jama'ah sholat Idul Fitri yang berbahagia
Sesungguhnya
Penghalang terbesar pada diri manusia dalam hal mema'afkan kesalahan orang lain
Disebabkan
MEMPER TAHANKAN
1. Hawa Nafsu
2. Dendam
3. Gengsi
4. Dengki
5. Egoisme
6. Harga diri
7. Kedudukan.
8. Martabat
9. Keturunan
Dan lain lain
Seandainya kesembilan hal tersebut
Bisa kita buang jauh jauh
niscaya
Pintu ma 'af akan terbuka lebar bagi semua saudara muslim yg pernah kita benci
Dan seandainya kebencian ini sudah hilang
Niscaya akan mudah untuk mema'afkannya
Hadirin wal hadirot
Jama'ah Idul Fitri yg mulia...
Dihari raya yang Fitri ini
Kita kembali fitrah
Suci dan diampuni
Dari segala dosa dosa yang pernah
kita lakukan
Selama tidak ada dinding yang membuat ampunan Allah
Tertunda bagi kita lantaran sebuah kebencian dengan saudara muslim baik
Kaum kerabat
Handai taulan
Sahabat dan tetangga
Dalam sebuah hadis tentang pelaporan amal setiap Kamis dan Senin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis. Lalu diampuni selluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… (HR. Imam Malik dalam Al-Muwatha’ 5/1334, Ahmad 9119, dan Muslim 2565).
Bahkan dalam riwayat yg lain
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allah) yaitu ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahmi/kerabat), Aku akan menyambungnya, dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.” (HR. Bukhari).
Hari ini
Hari yg penuh kata ma'af
Berikanlah ma'af kita
Kepada orang orang yg pernah mendzolimi kita
Pernah menyakiti kita
Sambungkan tali yg terputus
Agar Kita tidak kehilangan Rahmat dan ampunan Allah
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya, di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih.
Umar ra yang berada di di situ, bertanya, “Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?”
Rasulullah SAW menjawab, “Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’.
Allah SWT berfirman, “Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?”
Orang itu berkata, “Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya.”
Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis. Lalu, Rasulullah berkata, “Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya.”
Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya. Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi,
“Angkat kepalamu..!”
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata, “Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb? Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb? Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’
Allah berfirman, “Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya.”
Orang itu berkata, “Siapakah yang akan mampu membayar harganya, ya Rabb?”
Allah berfirman, “Engkau juga mampu membayar harganya.
Orang itu terheran-heran, sambil berkata, “Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?”
Allah berfirman, “Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku.”
Orang itu berkata, “Ya Rabb, kini aku memaafkannya.”
Allah berfirman, “Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu.”
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah SAW bersabda, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin.” (Kisah ini ada dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)
Keutamaan Memaafkan
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40). Orang yang bisa bersabar atas hinaan, cacian dan cemoohan orang lain, dan memaafkan kesalahan mereka, maka Allah berjanji kepadanya akan memberikan pahala atas kesabarannya.
Dalam hadis lain, Nabi SAW mengatakan lebih baik sabar dan menahan amarah saat dihina. Sebab menahan amarah adalah tanda kuatnya seseorang. “Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.” (HR. Al-Bukhari no. 6114).
Beginilah Islam, Allah dan Nabi-Nya telah mengajarkan setiap muslim untuk saling memaafkan. Memaafkan kesalahan orang lain memang bukan hal mudah. Tapi, bersabar atas semua cibiran dan keangkuhan orang lain atas diri kita adalah jauh lebih baik daripada harus membalasnya. Karena itu, minta maaf, memberi maaf dan saling memaafkan adalah salah satu amalan hati yang bernilai tinggi di hadapan Allah Ta’ala.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita menuju jalan-Nya yang lurus. Saling memaafkan, dan tak segan meminta maaf sejatinya menjadi akhlak sehari-hari dalam kehidupan kaum muslimin. Dengan memaafkan itu, semoga rahmat Allah senantiasa menaungi kita, wallahua’lam.
Demikianlah Khutbah yg singkat ini
اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم لِي وَلَكُمْ, اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.
(Duduk antara dua khutbah)
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله رب العالمين
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد
ايها الناس
اتقوا الله حق تقاته
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Komentar
Posting Komentar