Khotbah idul fitri 6 Kisah seorang kakek

Khotbah idul fitri 6
Kisah seorang kakek
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَڪَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ، اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اَلْحَمْدُ
الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .
قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
اللّٰهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh,menahan haus dan dahaga, mengekang hawa nafsu yang membara, dan mendekatkan diri pada Yang Kuasa.
Semua itu mampu kita lewati dengan ikhlas .
Kita sebagai hamba Allah yang tahu diri senantiasa mensyukuri nikmat yang tak terhitung jumlahnya.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Katika kita masih anak anak maka berhak mendapat kasih saya dari kedua orang tua.
Dan sekarang saatnya seorang anak berbakti kepada orang tua,terutama dihari yg berbahagia seperti sekarang ini,walaupun hal ini dapat dilakukan kapanpun sebagi bentuk rasa kasih sayang kepada orang tua.
Hukumnya fardhu ain dan amalan ini merupakan hak orang tua atas anak-anaknya.
Keutamaan berbakti kepada orang tua menurut sebagian ulama merupakan amalan yang dapat menggugurkan dosa-dosa besar.
Oleh karena itu, orang yang diberi hidayah oleh Allah SWT untuk berbakti kepada orang tua seakan mendapat ghanimah atau harta yang sangat besar.
اللّٰهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Allah SWT mengingatkan agar manusia berbuat baik pada kedua orangtuanya sebagai mana yang telah saya bacakan pada mukodimah tadi :
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
( Qs.luqman 14 )
اللّٰهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Ada sebuah kisah sbb :
Seorang kakek yang sangat tua, yang matanya telah menjadi rabun, pendengarannya hampir tuli, lututnya gemetaran, dan ketika dia duduk di meja untuk makan, dia hampir tidak bisa memegang sendok sehingga sering menumpahkan kaldu dari sendoknya ke atas taplak meja dan terkadang kaldu pun menetes turun dari mulutnya.
Anaknya dan istri anaknya menjadi muak dengan keadaan ini, sehingga mereka mendudukkan sang Kakek Tua di sudut dekat dapur sendirian, dan mereka memberinya makanan dalam sebuah mangkuk gerabah. Makanan yang diberikan pun selalu sedikit dan tidak cukup.
Sambil makan, sang Kakek Tua sering melihat ke arah meja makan dengan mata berlinang air mata. Suatu ketika, tangannya yang gemetaran tidak bisa menahan mangkuk, dan mangkuk tersebut jatuh ke lantai dan pecah berhamburan. Anaknya beserta Istri anaknya pun hanya bisa menghela napas panjang.
Kemudian mereka membelikan sebuah mangkuk kayu yang murah untuk sang Kakek Tua agar mangkuk kayu tersebut tidak pecah saat jatuh.
Pada saat mereka duduk di meja untuk makan, cucunya yang masih kecil dan berusia empat tahun mulai mengumpulkan beberapa potongan-potongan kayu di tanah.
“Apa yang kamu lakukan di sana, Anakku?” tanya sang Ayah.
“Saya akan membuat mangkuk kayu yang kecil,” jawab si Anak Kecil, “untuk ayah dan ibu, untuk nantinya kalian pakai saat makan ketika saya telah dewasa.”
اللّٰهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Laki-laki dan istrinya saling berpandangan selama beberapa saat, dan akhirnya mereka pun menangis karena tersadar dan menyesali perlakuan buruk mereka. Kemudian mereka mengajak sang Kakek Tua ke meja makan, dan untuk selanjutnya sang Kakek Tua selalu makan bersama mereka di satu meja. Sejak saat itu pula, mereka tidak pernah lagi berkata apapun ataupun mengeluh apabila sang Kakek Tua menumpahkan sesuatu ke atas meja.
Dari kisah yg sederhana ini dapat kita ambil pelajaran untuk bisa bersyukur karena telah sadar dan masih ada kesempatan untuk memohon maaf dan memperbaiki apa yg telah dilakukan.
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk bersyukur kepada kedua orang tua setelah bersyukur kepada-Nya:
اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya: “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
(QS Luqman: 14)
Bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, merawat orang tua atau birrul walidain ini juga bahkan setara dengan jihad atau perang di jalan Allah SAW.
اللّٰهُ اَكبَرْ (3×) لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَاللّٰهُ اَكْبَرْ اللّٰهُ اَكْبَرْ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ.
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Jahimah pernah datang kepada Nabi dan berkata: “Ya Rasulullah aku ingin ikut perang dan aku datang kepadamu untuk meminta saran.”
Rasulullah pun bertanya: “Apakah kamu masih mempunyai ibu?”.
Dia menjawab: “Ya, masih.”
Maka beliau bersabda, Kalau begitu, temanilah ia, karena surga itu terletak di kedua kakinya.
Akhir kata semoga ini bisa menjadi peringatan bagi kita semua yg mendapatkan kesempatan untuk merawat orang tua yg ternyata kebaikannya
setara dengan jihad atau perang di jalan Allah SAW.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّاللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسۡمِ ٱلِلّٰهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِوَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. اَللّٰهُـمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO