Khutbah Idul Fitri 1445 H
Khutbah Idul Fitri 1445 H
Khutbah pertama
اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ – اَللهُ أَكْبَرُ
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ. وَأَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْاَعْيَادِ بِاالْاَفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ, وَضَاعَفَ لِلْمُطِيْعِيْنَ جَزِيْلَ الْاُجُوْرِ. وَكَمَّلَ الضِّيَافَةَ فِيْ يَوْمِ الْعِيْدِ لِعُمُوْمِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِسَمْعِيْهِمُ الْمَشْكُوْرُ, فَسُبْحَانَ مَنْ حَرَّمَ صَوْمَهُ وَاَوْجَبَ فِطْرَهُ وَحَذَّرَ فِيْهِ مِنَ الْغُرُوْرِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم ْعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ, أَمَّا بَعْدُ :
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُواْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ, أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ وَعَظِّمُوْاهُ وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْاهُ
HADIRIN JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan gembira dan khusuk, kita sanjungkan kehadirat Allah SWT. Tuhan yang telah memanjangkan usia kita, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf memenuhi tempat yang berkah ini. Sholawat maas salam Biqouli Allaahuma sholli ‘Ala Sayyidinaa Muhammad Wa’alaa Ali Sayyidina Muhammad, semoga kelak diyaumil Qiyamah kita semua mendapatkan syafaatnya . Dan marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepad Allah SWT dengan mematuhi dan menunaikan segala perintahNYA dan meninggalkan segala bentuk larangan NYA.
Ikwanul muslimin rohimakumulloh
Fajar tanggal 1 Syawal 1445 H telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah SWT memperlihatkan kemuliaan dan keagungannya, dimana seluruh umat di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid. Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kejayaan umat Islam.
JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dengan segala kebahagian yang terasa, dengan segala luar biasa yang sukar dibayangkan, oleh gemuruh takbir kemenangan yang menggema dijagat raya, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, Marilah sejenak kita melakukan perenungan terhadap ibadah romadhan yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini ........
Mari kita merenung dan membuka mata hati kita masing-masing, jawab dari hati yang paling dalam.
Benarkah, selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan, hanya mengharap ridho-Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah SWT. ... .. ? Sebagaimana maksud dicanangkannya puasa itu sendiri, Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka .? atau kita pura-pura puasa didepan orang, pedahal kita tidak pernah puasa.
Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran serta benci dengan orang lain.......?
Berapa kali kita Sholat Terawih??atau kita hanya sholat diawal dan diakhir Ramadhon karena malu sama orang lain atau bahkan kita tidak pernah sama sekali sholat terawih…?
Dan benarkah kita sudah mengikuti perintah puasa, padahal dihati kita selalu menghina dan mencaci orang lain?
Ikwanul mu’miniin
Hari ini Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita, bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, bulan pengampunan, apakah kita sedih dan menangis atau bahkan kita senang karena bebas tidak berpuasa lagi?? Pernahkah kita berpikir bila tahun depan kita tidak bisa ikut puasa lagi dan mati? Tidak ada yang menjamin hidup kita sampai dimana, atau mungkin setelah sholat Id ini kita mati??
IKWANUL MU’MINIIN
Pada zaman ini kita sering melihat sebagian di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban puasa yang agung . Bahkan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, ada yang mengaku muslim, namun tidak berpuasa atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa. Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan haidh atau nifas. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.
ikhwanul Mukminiin Sidang idil fitri Rk
Sebagai peringatan bagi saudara-saudaraku yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, Rasulullah bersabda tentang satu kondisi penghuni neraka yang dilihatkan kepada beliau:
فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِيْنَ بِعِرَاقِيْبِهِمْ مُشَقِّقَةِ أَشْدَاقِهِمْ تَسِيْلُ أَشْدَاقِهِمْ دِمَا قَالَ قُلْتُ : مَنْ هَؤُلَاءِ ؟ قَالَ : هَؤُلَاءِ الَّذِيْنَ يَفْطِرُوْنَ قَبْلَ تَحَلّةَ صَوْمُهُمْ
”Aku melihat orang-orang yang tergantung di tumit-tumit mereka, tulang rahang mereka pecah dan meneteskan darah. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Dia menjawab, ‘Orang-orang yang berbuka sebelum halal bagi mereka untuk berbuka’” Atau mereka adalah orang-orang yang tidak berpuasa dibulan romadhan (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Perlu diketahui pula bahwa meninggalkan puasa Ramadhan termasuk dosa yang amat berbahaya karena puasa Ramadhan adalah puasa wajib dan merupakan salah satu rukun Islam. Para ulama pun mengatakan bahwa dosa meninggalkan salah satu rukun Islam lebih besar dari dosa besar lainnya.
Imam Adz Dzahabi sampai-sampai mengatakan, “Siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit (atau udzur lainnya,, maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan.”
ikwanul mu’minin rohimakumullah
Hari ini hari bersuka ria. hari ini kita serba mewah. Hari ini banyak makanan yang kita sediakan. Namun adakah suka ria kita sedang mensyukuri kemenangan kita atas setan dan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh ........?.
Dan Benarkah tahun depan kita bisa berpuasa lagi dan sholat ID bersama lagi seperti ini, ataukah kita sudah didalam kubur , bersama cacing-cacing dan hanya mengunakan kain kafan atau bahkan kita sudah membusuk dimakan cacing dan belatung??? Renungkan lah itu wahai saudara ku
Allaahu Akbar 3x Walillaahil Hamd
JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Kaum muslimin memang berhak bergembira pada hari ini, ketika berbuka dan lebaran tiba, namun kegembiraan kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk masuk ke dalam agama Islam secara kafah sebagaimana firman-NYA dalam Al-Qur’an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua ke dalam Islam secara penuh.” ( Qs. Al-Baqarah : 208 ) maksud disini adalah kalau kita mengaku ummat islam atau beragama islam jangan sampai kita tinggalkan apa-apa yang diwajibkan kepada kita, termasuk puasa romadhan yang telah meninggalkan kita.
Kegembiraan kaum muslimin atas datangnya lebaran ini, tentunya menjadi hak milik bagi mereka yang telah dapat merampungkan kewajibannya melaksanakan puasa Ramadhan. dengan penuh keikhlasan dan melaksanakan ibadah semata-mata karena mengharap ridhoNya, disamping kita telah berhasil pula meraih pahala, adalah dosa-dosa kita yang telah lewat diampuni oleh Allah SWT . sebagaimana di jamin sendiri oleh Rasulullah SAW lewat sebuah haditsnya :
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه
Artinya : “Barang siapa telah melaksanakan puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.
Maka rugilah bagi mereka orang-orang yang tidak puasa tanpa halangan yang syar’i. sebab mereka itu hanya meramaikan saja di hari raya Idhul Fitri ini, mereka hanya ikut-ikutan saja , dan mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Sedangkan orang lain telah diampuni dosanya. Na’udzubilah min Dzaalik.
Allaahu Akbar3x Walillahil Hamd
JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Semenjak awal ramadhan, semua malaikat langit dan bumi berdo’a kepada alloh
Ya Allah rohmatilah ummat Muhammad, ampunilah ummat Muhammad, berkahilah ummat Muhammad dan selamatkanlah Ummat Muhammad.
Dan di hari raya ini idul fitri ini . Ada malaikat yang berdo’a kepada alloh :
Wahai alloh celakalah orang-orang yang tidak melaksanakan ibadah di bulan ramadhan,celakan mereka orang-orang yang tidak taat kedatangan ramadhan, wahai bumi hanguskanlah mereka nanti di alam kubur, jepitlah mereka yang tidak puasa ramadhan dan terlantarkanlah mereka nanti di padang mahsyarmu ya alloh.
Saudara ku na’udzubillah summa na’udzubilla.....
Namun ada kabar gembira dari malaikat tentang kemuliaan orang-orang yang beribadah di bulan ramadhan, dan tentunya hanya bagi orang-orang yang berpuasa sebulan penuh kemarin, hari ini malaikat dengan ikhlas memberikan pahalanya kepada kita yang hadir di tempat ini, malikat ridwan mempersembahkan pahalanya untuk orang-orang yang sujud, malaikat jibril mengikhlaskan pahalanya untuk orang-orang yang hadir di tempat ini dan semua malaikat langit dan bumi berdo’a kepada alloh,
ya alloh’’
Ringankanlah langka orang-orang yang hadir di mesjid, dimana mereka melaksanakan hari idhul fitri, merebut kemenangan, selamatkanlah mereka dari kobaran api nerakamu ya alloh’’ Amin yarobbal ‘alamiin.
Allahu Akbar 3x Walillaahil hamd
JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Lalu apa selanjutnya aktifitas paling utama dilakukan sekembali kita dari shalat idul fitri ini ? jawabannya tiada lain yaitu menjaga ibadah kita sama seperti bulan romadhan, atau bahkan lebih baik lagi, dan jangan sampai setelah puasa kita kembali lagi atau bahkan lebih buruk dari apa yang kita lakukan sebelumnya. Naudzubillah mindzalik
IKHWANUL MUKMINIIN RK
Setelah berpuasa dan beribadah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, dan kita telah menyempurnakannya dengan mengeluarkan zakat fitrah, lalu dosa-dosa kita diampuni Oleh Allah SWT. Namun perlu kita ketahui, dosa yang diampuni itu, hanyalah dosa yang berhubungan langsung dengan Allah. Sementara masih ada dosa lain yang berkaitan dengan sesama kita, antar kita, dimana ampunan Allah bergantung pada pema’apan masing-masing kita yang bersangkutan. Oleh karenanya, untuk menyempurnakan kesucian ini, setelah shalat Idul Fitri ini marilah kita sama-sama meminta maaf dan memaafkan segala kesalahan orang lain.
Dengan demikian, pada lebaran kali ini, diharapkan semua macam dosa apapun musnah dan kita kembali sebagaimana fitrah, suci tanpa secuil dosa bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibu kandungnya. Amiiin Yarobbal ‘Alamiin
Allahu Akbar 3x Walillaahil Hamd
JAMA'AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
marilah kita ucapkan permohonan maaf kepada diri kita sendiri, sebelum kita meminta maaf kepada orang- tua , keluarga dan guru-guru kita, juga sahabat-sahabat kita :
1. Selamat Idul Fitri, wahai MATA Maafkanlah aku, selama ini kau hanya Kugunakan untuk melihat kilau kekurangan orang lain serta dosa orang lain, tetapi aku butakan engkau bila melihat kekurangku dan dosaku.
2. Selamat Idul Fitri, wahai TELINGA Maafkanlah aku, selama ini kau hanya Kusumpali rongsokan-rongsokan kata-kata yang kotor dan gosip-gosip yang mencelah orang lain dan engkau kumekarkan bila untuk membisikan keburukan dan menghina serta meremekan menghina orang lain.
3. Selamat Idul Fitri, wahai MULUT Maafkanlah aku, selama ini Kau hanya kujejali dan kubuat memuntahkan kotoran-kotoran hanya bisa membicarakan orang lain, menghina, melecehkan dan mencemooh orang lain dan yang mana aku belum tentu bisa atau bahkan aku lebih hina dari orang yang aku hina dan aku remehkan.
4. Selamat Idul Fitri, wahai TANGAN Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kugunakan untuk memegang botol minuman, dan kartu judi, dan enggan untuk mengangkat mu untuk berdo’a kepada Alloh dan
5. Selamat Idul Fitri, wahai KAKI Maafkanlah aku, selama ini kau hanya kuajak untuk jalan-jalan ketempat maksiat, menontong organ, dan malas untuk melangkahkan mu kedalam masjid.
JAMAAH ID YANG DIRAHMATI ALLOH SWT.
Pada dasarnya kita cinta dengan kebenaran, kebaikan, ketaatan, dan keluhuran. Itulah fitrah kita yang suci. Fitrah itulah yang perlu kita jaga dengan ibadah, agar kita mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat.
Akhirnya, semoga Allah swt menerima amal ibadah puasa kita dan amal-amal lain yang kita lakukan dalam bulan Ramadhan, sehingga kita termasuk –hamba-hamba-Nya yang kembali kepada kesucian fitrah kita, yaitu kembali kepada Allah, dan berhasil memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu. Dan mari kita do’akan sama-sama bagi saudara-saudara kita yang bulan romadhan kemaren tidak berpuasa, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, sehingga tahun depan mereka sadar akan kewajiban mereka berpuasa dibulan romadon... Aamiiin Yaarobbal ‘Aalamiin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
اللهُ أَكْبَرُ «سبعا»، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.
الْحَمْدُ للهِ الْحَكِيْمِ الْعَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صّلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا كَامِلَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أمّا بعد:
فَيَا عِبَادَ اللهِ، (فاتقوا الله ما استطعتم )
اتَّقُوا اللهَ رَبَّكُمْ، وَاعْبُدُوْهُ وَأَطِيْعُوْهُ وَوَحِّدُوْهُ، فَلاَ إِلَهَ غَيْرُهُ، إِنْ أَرَضْتُمْ دُخُوْلَ الْجِنَانِ، وَرُمْتُمْ رِضَى الرَّحْمَنِ، وَطَلَبْتُمُ السَّلاَمَةَ مِنَ النِّيْرَانِ، فَعَلَيْكُمْ بِتَوْحِيْدِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَسَلاَمَةِ الْعَقِيْدَةِ مِنَ اْلأَدْرَانِ، وَتَحْقِيْقِ الْعُبُوْدِيَّةِ وَاْلإِيْمَانِ.
أَلاَ وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا – رَحِمَكُمُ اللهُ – عَلَى الْهَادِى الْبَشِيْرِ، وَالسِّرَاجِ الْمُنِيْرِ، كَماَ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الْمَوْلَى اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ، فَقَالَ تَعَالَى قَوْلاً كَرِيْمًا: (إن الله وملائكته يصلون على النبي، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما )
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِ قُلُوْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ: أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ، وَعُمَرَ الْفَارُوْقِ، وَعُثْمَانَ ذِى النُّوْرَيْنِ، وَعَلِيٍّ أَبِى السِّبْطَيْنِ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَلْاَمْوَاتِ. يَا قَضِيَ الْحَجَاتِ, يَا كَاشِفَ الْبَلِيَّات.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِيْدَنَا سَعِيْدًا، وَعَمَلَنَا صَالِحًا رَشِيْدًا،اللَّهُمَّ كَمَا جَمَعْتَنَا فِى هَذَا الْمَكَانِ فَاجْمَعْ قُلُوْبَنَا عَلَى كِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا بِتَوْفِيْقِكَ، وَوَفِّقْهُمْ إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِمْ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَإِلَى مَا فِيْهِ إِعْلاَءُ كَلِمَتِكَ، وَإِعْزَازُ دِيْنِكَ، وَصَلاَحُ الْبِلاَدِ وَالْعِبَادِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْمَيِّتِيْنَ، اللَّهُمَّ لاَ تَرُدَّناَ خَائِبِيْنَ، وَلاَ عَنْ بَابِكَ مَطْرُوْدِيْنَ، وَلاَ مِنْ رَحْمَتِكَ مَحْرُوْمِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله يذكركم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون
Komentar
Posting Komentar