Khutbah Jumat Tradisi nyadran

 

Tradisi nyadran.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الِلّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ.
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللّٰه، اُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ
وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Hadirin jamaah jum’ah rokhimakumulloh.
Pertama kali sebagai khotip ingin berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada kita semua, mari kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi laranga--Nya.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam
Berserta keluarganya dan sahabatnya,semoga pada hari kiamat nanti kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau.
Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Hadirin jemaah jum'at rokhimakumulloh.
Khotbah kali ini berjudul :
Tradisi nyadran.
Tradisi nyadran merupakan hasil akulturasi budaya antara hindu dengan Islam.
Para wali meluruskan stigma masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam kemusrikan.
Pada mulanya nyadran adalah tradisi sebagai bentuk pemujaan terhadap roh arwah leluhur,lalu diarahkan agar mendoakan terhadap arwah para leluhur.
Ketika islam pertama kali diperkenalkan kepada nenek moyang kita oleh para wali, tradisi ruwahan ini tetap dipertahankan khususnya nilai-nilai luhur yang sejalan dengan ajaran Islam.
Namun para wali sudah membetulkan NIAT-nya bukan lagi mengagungkan roh atau arwah leluhur namun berdoa dan beribadah kepada Allah swt dalam bentuk ziarah kubur yakni berupa doa.
Ma’syirol muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullah.
Berdoa adalah perintah dari Allah swt sebagaimana tertulis didalam surat Al-Mu'min ayat 60 :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ .
Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Dalam ajaran para wali songo tradisi ruwahan tersebut telah banyak bergeser ke ajaran Islam dengan pemaknaan tertentu, misalnya
1. Tradisi nyadran (ziarah kubur), dimanifestasikan untuk mengingat kepada datangnya kematian dan memicu kesiapan bekal kita untuk masa hidup setelah kematian tersebut.
Hal ini sejalan dengan qs.Al-‘Ankabut Ayat 57 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.
Karena itulah hendaknya setiap muslim mempersiapkan bekal dan sebaik baik bekal adalah takwa,hal ini bersesuaian dengan qs.Al-Baqarah 197 :
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
2. Tradisi nyadran juga dimanifestasikan sebagai wujud amalan bakti anak yang shaleh kepada orangtuanya, sebagai amal yang tak putus-putus (birul walidain).
3. Bersih bersih lingkungan,hal ini lebih menitikberatkan kepada kegotong royongan dan guyub rukunnya, ini ada nilai ukhuwahnya.
Hal ini agar jadi bersih dan lebih indah ketika bulan puasa nantinya. Kebersihan sendiri merupakan salah satu wujud keimanan.
4. Kenduri yg didalamnya terkandung nilai shodakoh dan doa yg merupakan manifestasi dari paktik do’a bagi semua keluarga sanak saudaranya yang masih hidup dengan saling bersilaturahmi, saling memaafkan dan membantu untuk siap memasuki ibadah puasa dengan rasa yang bersih
5. Pada acara nyadran terdapat tabur bunga di atas pusara mereka yang kita cintai, karena itu nyadran juga disebut nyekar (menghantarkan bunga). Indahnya warna-warni bunga dan keharumannya menjadi simbol bagi orang Jawa untuk selalu mengenang semua yang indah dan yang baik dari diri mereka yang telah mendahului.
Hadirin jamaah jum’ah rokhimakumulloh.
Dengan demikian tradisi nyadran itu memberikan semangat bagi yg masih hidup untuk terus berlomba-lomba demi kebaikan (fastabiqul khoirat). Bahkan dijawa tradisi ruwahan ini berlangsung dari tanggal 25 sampai akhir bulan syakban.
Yang tidak tidak hanya menciptakan tradisi sosial di masyarakat Jawa, namun ini juga menumbuhkan relasi putaran perekonomian.
Pasar kaget ruwahan seperti halnya muncul sebagai dampak kebutuhan masyarakat pada waktu itu untuk menyemangati anak-anak dan keluarganya, misalnya untuk membelikan pakaian seperti sarung, mukena, jilbab dan peci yang baru, kitab Qur’an yang baru, dan kain-kain untuk mengganti mihrab di surau dan masjid,agar dapat membeli bahan2 kebutuhan selama awal-awal minggu di bulan puasa.
Bukan hanya itu yg merantaupun banyak yg pulang untuk berziarah kubur atau ruwahan atau nyadran sekaligus bersilaturahmi mengunjungi sanak saudara disana.
Sekian semoga khotbah yg singkat ini bisa diambil manfaatnya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ.
اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .
أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ ٭ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
أَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.٭
أَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ, وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ, وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ , وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْت,
وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ , وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ
أَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.٭
اَللّٰهُمَّ نَوِرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَيَتِكَ كَمَا
نَوَرْتَ الْاَرْضَ بِنَوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا اَبَدَا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ ٭ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ ٭وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ ٭ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Aqimussholah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO