Khutbah Jumat Ziarah Kubur
Khotbah ke 232
Ziarah Kubur
Edisi revisi
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الِلّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ.
أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللّٰه، اُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ
وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ.
Hadirin jamaah jum’ah rokhimakumulloh.
Pertama kali sebagai khotip ingin berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada kita semua, mari kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan berusaha melaksanakan semua perintah-Nya serta menjauhi larangan-laranga--Nya.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad..... solallahu alaihi wassalam,berserta keluarganya dan sahabatnya
Semoga pada hari kiamat nanti kita dan keluarga besar kita mendapatkan syafa'at dari beliau,Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Hadirin jemaah jum'at rokhimakumulloh.
Khotbah kali ini berjudul :
Ziarah Kubur.
Ziarah kubur dapat mengingatkan bahwa kita akan mati, membangkitkan semangat ibadah dan dapat menghindarkan kita dari cinta dunia, karena mengingatkan kita akan adanya kehidupan diakherat.
Hikmah ziarah kubur yang tersurat didalam sabda Rasululah saw :
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ، فَزُوْرُوا الْقُبُوْرَ فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُذَكِّرُ اْلآخِرَةَ
Aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang, berziarah kuburlah. Sebab ziarah kubur itu dapat menzuhudkan terhadap dunia dan mengingatkan kepada akhirat.
(HR. Ibnu Majah dari Ibnu Mas’ud).
Zuhud artinya tidak cinta dunia. Bukan berarti umat Islam tidak boleh kaya. Boleh saja kita kaya, akan tetapi kita tidak boleh lupa bahwa harta adalah amanat Allah, dan kelak akan diminta tanggung-jawabnya, sehingga kita tidak kikir dan rela mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki, untuk zakat, infaq, shadaqah dan membantu kaum dhu’afa.
Jadi, tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mendo’akan orang yang telah meninggal dan supaya seorang muslim tidak cinta dan gandrung terhadap harta dunia dan yang kedua agar ia senantiasa ingat bahwa kelak akan kem-bali kepada Allah dan akan menerima balasan sesuai amal perbuatannya di dunia.
Adab Ziarah Kubur.
Islam mengajarkan akhlak dan tatacara berziarah kubur.
1 Berwudhu sebelum berangkat.
2 Mengenakan pakaian yg baik lagi sopan.
3 Ketika memasuki lokasi pemakaman, hendaknya kita mengucapkan salam
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَأتَاكُمْ مَا تُوْعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ
"Assalamu'alaìkum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun."
Artinya: "Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian."
4 Mendoakan ahli kubur.
Dan selama di kuburan, hendaknya kita merasa takut kepada Allah, karena yakin bahwa kita pasti akan seperti para penghuni kubur itu, dan berdo’a agar kelak Allah mematikan kita dalam keadaan khusnul khotimah.
Ma’syirol muslimin, jama’ah Jum’ah rahimakumullah.
Kesalasahan yang sering terjadi di lingkungan makam itu antara lain adalah :
1. Tertawa dan bercanda
Pada waktu pemakaman, bahkan proses pemakaman sedang berlangsung.
Mestinya kita mendo’akan kepada si mayit, agar dia diberi keteguhan iman, sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
jika jenazah telah dikuburkan, beliau berdiri di dekat kubur tersebut dan bersabda :
اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ
”Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mintalah keteguhan untuknya. Karena saat ini dia sedang diuji.
(HR. Abu Daud 3221, al-Hakim 1372).
2. Duduk-duduk di atas kubur
Ketahuilah bahwa duduk di atas kuburan, yakni duduk di atas nisan (pathok) atau kijing hukumnya haram, Rasulullah bersabda :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
Dari Abu Hurairah RA, Ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kuburan.
(HR Muslim).
3. Menginjak kubur
4. Mengapur/mengecat kubur
5. Membuat tulisan di kuburan
Ketiga larangan itu terangkum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah disebutkan:
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi kapur pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.
(HR. Muslim, no. 970).
Hadits di atas bukan hanya melarang menginjak kuburan saja, tapi juga melarang kita mengapur atau mengecat dan membuat tulisan di kuburan,kecuali nama dan tanggal wafat.
Diakhir khotbah ini khotib mengajak marilah kita doakan ahli famili yg telah mendahului,semoga arwah mereka diterima disisinya diampuni kesalahannya dan diterima semua amal baiknya.
Aamiin yarobbal 'alamin.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّاللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِوَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.
Aqimussholah.
Semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar