MENCERITAKAN KEPADA ISTRI DAN ANAK TENTANG MBAH YAI SOLEH YANG KERAMAT (LIRBOYO)

MENCERITAKAN KEPADA ISTRI DAN ANAK TENTANG MBAH YAI SOLEH YANG KERAMAT
__________________________________________
Oleh: Asep Jamaludin Azzahied
Mbah Yai Soleh adalah mertua Kyai Abdul Karim Lirboyo, beliau merupakan salah satu sosok yang sangat berjasa besar atas berdirinya pondok pesantren Lirboyo, tanpa beliau mungkin Pondok Pesantren Lirboyo tidak ada.

Saat masih nyantri di lirboyo saya sering menziarahi makam beliau khusunya saat jumat manis, wajar saja sebab hari itu hari libur Nasional Santri Lirboyo hehehe, oleh karenanya kesempatan emas ini tidak akan saya lewatkan begitu saja, kami bersama mengunjungi sosok Mbah soleh yang keramat.

Setelah reuni angkatan Firdaus 2012 selesai, di tutup dengan nge-blek bareng sambil kongkow dengan kawan se-angkatan, saya pamit menuju ke makam mbah yai sepuh, rasanya "kalau ke lirboyo eman sekali kalau tidak ziarah ke makam mbah yai sepuh" Lalu jam 2 malam saya bertolak ke Desa kranding Mojo Kediri untuk beristirahat, kebetulan di Kediri istri saya punya Mbah jadi lumayan "dapat tempat singgah dan makam gratis" hehehe, singkat cerita siang harinya tepat di jam 8.30 saya ajak istri dan anak-anak untuk menziarahi makam-makam keramat yang biasa saya ziarahi saat masih mondok.

Di Mobil, saya ceritakan kepada istri dan anak-anak tentang sosok Mbah Yai soleh Banjarmlati, tentunya cerita inspiratif dan jauh dari cerita-cerita supranatural.

Utamanya kepada istri, saya ceritakan begini:

Kyai soleh banjarmlati merupakan sosok suami yang sangat penyabar, di kisahkan bahwa dahulu Mbah yai Sholeh punya seorang istri yang galak, istri Mbah soleh tidak menyukai dirinya, istri Mbah soleh tidak hanya cuek kepada suaminya, bahkan pernah setiap kali Mbah yai Sholeh pulang dari Masjid, istrinya sudah menghadang Mbah Yai soleh di depan pintu sembari membawa ember yang berisi air bekas cucian beras, Mbah soleh yang tahu istrinya berdiri tegap di depan pintu hanya diam saja, tak di sangka air bekas cucian beras itu di sirma ke wajah Mbah Sholeh, tapi anehnya Mbah Yai soleh diam tidak membalas bahkan tetap sabar dan tabah menghadapi perlakuan buruk dari istrinya tersebut.

Kesabaran Mbah Sholeh atas perlakuan buruk istrinya tidak hanya satu tahun dua tahun tapi sepuluh tahun, bayangkan loh guys sepuluh tahun loh, peeh peeh peeeh biyyyuh jaaan suaaabar tenan (kata bahasa orang Kediri) mungkin kalau kita suami yang iman dan sabarnya stipis tisu sudah minggat ke rumah bapak, tapi Mbah Yai soleh tidak!
karena kesabaran Mbah Yai soleh inilah kemudian istri beliau bertaubat, tidak lagi melakukan perbuatan yang buruk kepada suaminya.

Sungguh sosok suami yang sangat sabar, kesabaran Mbah Yai soleh tentu menurun kepada dzuriyahnya, di antaranya Mbah Yai idris Marzuki Allahu Yarhamuh, Mbah Yai Habib Allahu Yarhamuh, dan Dzuriyah-nya yang lain.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, kesabaran Mbah Yai soleh Allah balas dengan anugrah yang sangat luar biasa, yakni beliau di anugrahi menantu-menantu yang Alim allamah, di antaranya Kyai Dahlan Jampes (Ayahanda Mbah Ihsan Dahlan & Mbah Yai Marzuki) Mbah Yai Ma'ruf kedunglo, dan Mbah Yai Abdul Karim Lirboyo.

Sosok Mbah soleh merupakan titik awal Lirboyo menjadi Pondok Pesantren yang megah di Indonesia, maka yang dapat kita ambil teladan dari kisah beliau ini adalah "jika kita punya istri yang galak maka bersabarlah, kata teman saya shoutul azkiya, istri galak membuat suami keramat, dan keramat Mbah Yai soleh ini dari buah kesabaran-nya ialah memiliki menantu dan keturunan yang saleh dan Alim allamah.

Teruntuk Mbah Yai soleh Al-Fatihah....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

Tiga janji kita kepada Allah ketika shalat

BIOGRAFI RINGKAS GUS BAHRU LIRBOYO